Asap Kian Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru Hanya 50 Meter

423
Kabut asap kian pekat melanda kawasan Pulau Sumatera dan Kalimantan. Foto ini merupakan gambaran kabut asap yang diambil di kawasan Hotel Grand Antares Medan, Kamis (22/10/2015). (tobasatu.com/nida)

tobasatu.com, Medan | Kebakaran hutan dan lahan masih meluas. Tercatat 2.742 hotspot di Indonesia pada Kamis (22/10/2015) pukul 05.00 wib. Daerah yang banyak banyak hotspot adalah Papua 744 hotspot, Sumatera Selatan 703, Kalimantan Tengah 462, Kalimantan Barat 290, dan Kaltim 153.

Data diperoleh dari Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), asap pekat masih mengepung Sumatera, Kalimantan dan sebagian Papua. Jarak pandang tadi pagi, Padang 1.200 m, Pekanbaru 50 m, Jambi 700 m, Palembang 1.000 m, Pontianak 400 m, Ketapang 300 m, dan Palangkaraya 100 m.

“Kualitas udara sebagian besar daerah di Riau, Jambi, Kalbar dan Kalteng pada level berbahaya. Hal ini terpantau dari indeks kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 600 ugr/m3 Berbahaya,  Jambi 712 Berbahaya, Palembang 316 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 555 Berbahaya, Banjarbaru 121sedang, Samarinda 178 tidak sehat, dan Palangkaraya 1.496,” sebut Sutopo.

Bahkan menurut Sutopo, Palangkaraya, Jambi dan Pekanbaru nyaris terisolir selama lebih dari 2 bulan karena terkepung asap. Jutaan masyarakat terpapar langsung oleh asap sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Hingga saat ini tercatat penderita ISPA mencapai 450.431 jiwa sejak Juli hingga sekarang yaitu Riau 65.232, Jambi 90.747, Sumsel 101.332, Kalbar 43.477, Kalteng 52.213, dan Kalsel 97.430. Diperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih besar karena banyak masyarakat yang tidak berobat ke puskesmas datau rumah sakit sehingga datanya tidak tercatat.

Operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan dan sosialisasi terus dilakukan oleh pemerintah. 4.543 personil TNI dari Jakarta telah dikirim ke Sumsel, Riau, Kalteng dan Kalsel memperkuat satuan wilayah disana.

Mengingat TNI sudah bekerja selama satu bulan, maka perlu diganti dengan personil baru. Pada hari ini, 1.059 personil TNI yang melakukan penanganan karhutla di Sumsel ditarik dikembalikan ke kesatuan masing-masing.  Pada hari ini juga 1.000 personil pengganti telah tiba di Palembang. (ts-02)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here