Kabut Asap Semakin Pekat, 23.393 Warga Medan Menderita ISPA

294
Pemandangan Kota Medan di kawasan Jl.SM Raja Medan, Kamis (22/10/2015), terlihat diselimuti kabut asap yang sangat tebal. (tobasatu.com/nida)

tobasatu.com, Medan | Semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Medan, berdampak pada meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Berdasarkan data dari Dinkes Medan, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) selama September di Kota Medan meningkat sebanyak 3.160 orang dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 20.533 orang. Peningkatan ini diduga lantaran tebalnya kabut asap yang baru-baru ini menyelimuti Kota Medan.

Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Pocut Fatimah Fitri  mengatakan penderita ISPA pada bulan Juli di Medan mencapai 21.566 orang, Agustus capai 20.533 orang dan pada September meningkat menjadi 23.393 orang.

“Peningkatan ini belum bisa kita seluruhnya karena asap, memang ada tapi tidak signifikan dan ada penyebab lain. Harus kita teliti lagi,” katanya Kamis (22/10).

Tambah Pocut, pihaknya menghimbau masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya serta peduli dengan kesehatan masing-masing dan juga keluarganya.

“Kalau sudah ada keluhan batuk atau pilek, jangan disepelekan, bawa langsung ke klinik atau puskesmas dan layanan kesehatan terdekat,” ujarnya sembari mengatakan data ini diterima dari 39 puskesmas yang ada di Medan.

Selain Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), penyakit Pnenumonia atau radang paru-paru juga menjangkit masyarakat Kota Medan, khususnya balita, sepanjang  bulan September ada 151 balita di Medan menderita Pnenumonia.

Jumlah ini tidak jauh berbeda dengan jumlah di bulan-bulan  sebelumnya, Juli ada sebanyak 150 dan Agustus sebanyak 154 balita.

“Penderitanya semua usia balita, gejalanya sesak nafas. Penyakit ini bisa fatal kalau sudah sesak nafas dan tidak langsung diobati. Apakah ini karena asap, belum bisa kita pastikan juga seperti ISPA karena ada penyebab lainnya, misalnya debu,” katanya.

BACA JUGA  4 Orang Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Ponorogo

Lanjutnya, untuk itu Dinkes Medan menghimbau kepada maayarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak di usia balita untuk lebih menjaga kebersihan.

Kabag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengaku sepanjang Agustus hingga September tidak ada tercatat pasien menderita ISPA.

“Gak ada pasien rawat inap dan rawat jalan dengan keluhan ISPA, mungkin penderita  ISPA lebih banyak berobat ke puskesmas, atau klinik terdekat di tempat tinggal mereka masing-masing,” ujar Edison.

Sementara itu,Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Sunardi mengatakan, untuk siang ini (Kamis , 22/10) sekitar jam 13.00 WIB, kabut asap di Medan sangat tidak sehat dimana ketebalannya 296 mg/m3. Hal ini dikarenakan adanya 630 titik api di Sumatera Selatan dan 30 titik api di Riau.

“Ini juga dipengaruhi belahan Selatan yang kemarau dan masih adanya angin Tenggara jadi arah anginnya mengarah ke Sumatera Utara,” jelas Sunardi sembari mengatakan, kondisi kabut asap masih terus terjadi karena masih adanya titik api. (ts-mnl)

 

Loading...
loading...