Ekonomi Lumpuh, Inflasi Berpeluang Melonjak

558
kabut asap di medan tobasatu.com
Pemerintah Kota Medan meliburkan seluruh sekolah negeri dan swasta, karena kabut asap yang semakin tebal, bahkan cenderung membahayakan. (tobasatu.com)

tobasatu, Medan | Kabut asap yang menyelimuti kota Medan sekitarnya makin hari kian pekat. Seperti yang terjadi, Jumat (23/10/2015). Jelas saja ini bisa memberikan dampak buruk bagi kegiatan bisnis dan menganggu aktifitas ekonomi.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menjelaskan, asap yang menyebar saat ini akan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian. Kabut asap juga akan melumphkan pariwisata. Industri penerbangan, makanan, perhotelan atau industri jasa pasriwisata lain juga akan menanggung kerugian diakibatkan bencana ini.

“Inflasi berpeluang melonjak, layanan umum masyarakat berpotensi lumpuh, biaya hidup semakin mahal karena ada pengeluaran anggaran yang lebih besar untuk melawan asap termasuk biaya perobatan,” ujar Gunawan.

Sambungnya, dampak negatif bagi kesehatan juga salah satu yang susah dihitung bila diuangkan. Ditambah lagi dampak kerusakan lingkungan dan korban nyawa yang harus melayang, yang jelas-jelas itu tidak ternilai harganya.

“Arah kebijakan investasi perkebunan jelas-jelas mengabaikan keselamatan warga. Kalau sebelumnya saya memperkirakan bahwa kerugian lebih Rp35 triliun. Namun ekspektasi terakhir yang sudah berlangsung sekitar 1 bulan, maka sekarang kerugiannya sulit untuk dihitung. Angka-angka ekspektasi tersebut masih hitungan kasar,” jelasnya.

Karena bencana kabut asap ini belum berakhir, sulit untuk menghitung kerugian. “Yang pasti, setiap detik kerugian akan terus bertambah seiring dengan kemampuan pemerintah yang diragukan untuk mengatasi bencana ini,” tambah Gunawan.

Dari tatanan ekonomi lanjut Gunawan, tentunya yang diinginkan adalah api segera bisa dipadamkan, sehingga roda perekonomian kembali berjalan. “Kita tidak mengerti bagaimana caranya itu. Sebaiknya pemerintah mempersiapkan anggaran yang mumpuni untuk mengatasi asap dan korban asap. Ini penting untuk menjamin perlindungan masyarakat yang terkena bencana asap,” pungkasnya. (ts-04)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here