Hingga September, 168 Orang Meninggal Akibat Lakalantas

284

tobasatu.com, Medan | Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas, mengakibatkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara (Sumut). Tercatat,  sepanjang Januari hingga September 2015, 168 orang yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu)  Irjen Pol Ngadino, pada upacara apel gelar pasukan Operasi Zebra Toba 2015 di Lapangan KS Tubun, Kamis (22/10/2015) Mapolda Sumut.

“Data bulan Januari hingga September 2015 sebanyak 582 kasus kecelakaan terjadi yang mengakibatkan 168 orang meninggal dunia, 221 orang luka berat, 627 orang luka ringa. Dengan kerugian materil sebanyak Rp1,1 miliar lebih. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas bulan Januari hingga September 2015 sebanyak 264.789 kasus yang ditindak melalui, tindakan langsung (tilang) 173.498 kasus dan teguran 91.291 kasus,” terang Ngadino.

Jelas Ngadino lagi, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2013 tentang Program Dekadi Aksi Keselamatan jalan. Program ini bertujuan untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Untuk mewujudkan program tersebut, kata Ngadino, Polri bersama instansi terkait akan melaksanakan Operasi Zebra 2015 secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari terhitung mulai tanggal 22 Oktober hingga 4 Nopember mendatang.

“Dalam hal ini Polda Sumut melaksanakan Operasi Zebra Toba-2015 sekaligus sebagai upaya cipta kondisi pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2015 di 23 kabupate/kota di Sumut,” urai Ngadino.

Sasaran prioritas Operasi Zebra Toba-2015 adalah pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu lintas. Seperti misalnya, melawan arus lalu lintas khususnya sepeda motor, kendaraan yang menggunakan rotator serta sirine yang bukan peruntukannya, nomor kendaraan tidak sesuai dengan spektek/aturan.

BACA JUGA  9 Kurir Pasok 4 Kg Sabu Asal Aceh ke Medan

Begitu juga dengan aksi geng motor, balap liar, kendaraan bak terbuka bukan untuk memuat orang, pengemudi di bawah umur, angkutan umum tidak layak pakai, menaikkan serta menurunkan penumpang tidak pada tempatnya dan kendaraan bus/truk kelebihan muatan baik orang/barang juga menjadi sasaran operasi. (ts-05)

 

Loading...
loading...