Buruh : Jokowi Lebih Kejam Ketimbang Orde Baru

551
paket kebijakan ekonomi jokowi jilid IV tobasatu.com

tobasatu, Jakarta | Pemerintahan era Presiden Joko Widodo dinilai oleh sejumlah perserikatan buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU) lebih kejam dibandingkan rezim Orde Baru Presiden Soeharto. Ini karena paket kebijakan ekonomi tidak menguntungkan para buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, Senin (26/10/2015), mengatakan beberapa paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah terlalu berpihak terhadap dunia usaha.

Sedangkan insentif kepada buruh, yang diberikan dalam paket kebijakan ekonomi jilid IV mengenai skema penetapan upah, justru semakin memberatkan bagi para pekerja.

“Pemerintahan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) lebih kejam dibandingkan masa orde baru. Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang Industri), mereka dapat semua dari paket kebijakan,” ujar Said di Jakarta.

Kebijakan penetapan upah yang dikeluarkan pemerintah, menurut Said, tidaklah rasional. Sebab, tidak adanya perundingan lagi antara serikat pekerja dan pengusaha. Penetapan berdasarkan laju inflasi juga dinilai tidak sesuai dengan realita upah buruh selama ini.

“Zaman pak Soeharto, serikat buruh selalu dilibatkan melalui Dewan Pengupahan. Tapi di paket IV, ditiadakan. Mereka beralasan, peran serikat di peninjauan KHL (Komponen Hidup Layak). Upah dasar kami juga rendah, hanya Rp2,7 juta, bayangkan,” kata dia.

Said mengungkapkan, upah buruh Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, hingga Thailand. Upah minimum Malaysia saat ini sebesar Rp3,2 juta, Thailand sebesar Rp3,4 juta, dan Filipina sebesar 3,6 juta.

Karena itu, menurut dia, penetapan upah buruh berdasarkan laju inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi tidak masuk akal, karena hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Kecuali, kalau diseragamkan secara nasional Rp3,7 juta. Baru kita bisa diskusikan soal inflasi dan pertumbuhan,” kata dia. (ts-04)

BACA JUGA  Akhir September, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II Dikeluarkan
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here