OJK Himbau Masyarakat Waspadai Investasi Bodong

374
Ilustrasi OJK. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat hendak berinvestasi. Hal ini guna menghindari masyarakat terperangkap oleh investasi illegal yang dilakukan perusahaan-perusahaan bodong.

Demikian disampaikan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, AKBP Ponadi ketika menyampaikan materi dalam Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi, Kamis (29/10/2015).

Ponadi menjelaskan, ciri-ciri investasi illegal diantaranya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin OJK, menyelenggarakan kegiatan tanpa izin Bapepam, menyalahgunakan SIUP atau izin koperasi, serta menggunakan bujukan, dan rangkaian kata-kata bohong.

Sementara, lanjutnya, produk yang ditawarkan merupakan produk yang tidak terpengaruh pasar, simpanan serupa produk perbankan, penyertaan modal investasi, program investasi online.

Ponadi juga menyebutkan ada beberapa pasal yang bisa dipersangkakan terhadap pelaku tindak pidana investasi ilegal tersebut. Yakni tindak pidana perbankan pasal 46 ayat 1,2 UU No 10/1998 pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp200 miliar.

“Selain itu pelaku juga dikenakan UU TPPU no 25/2003 dan UU No 8/2010 dengan hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp15 miliar,” ungkapnya dalam acara yang dibuka Kepala Departemen Penyidikan Sektor Keuangan, OJK Irjen Pol Drs Rusli Nasution SH MH MM tersebut.

Kemudian, lanjutnya pelaku juga bisa dijerat dengan UU Tipidum pasal 378 dan atau 372 KUHP Pidana penjara 5 tahun dan UU Tipikor jika ada indikasi merugikan negara.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V Sumatera, Ahmad Soekro Tratmono, Kamis (29/10) menyebutkan perusahaan investasi ilegal bukan berarti tidak memiliki izin, hanya saja kegiatan usahanya tidak sesuai izin.

“Masyarakat juga harus jeli terhadap investasi yang menjanjikan imbal beli yang tidak rasional, marketingnya lewat internet dan MLM. Kami berharap masyarakat tetap teliti, dan berhati-hati dalam memilih produk investasi,” katanya.

BACA JUGA  OJK Berikan Kelonggaran Pembayaran Kredit Kepada Debitur Akibat Corona

Ada tiga poin yang perlu diperhatikan jika ingin memutuskan untuk berinvestasi yakni izin, imbal beli, dan resiko berinvestasi yang juga perlu dipahami.

Soekro melanjutkan OJK saat ini punya tugas baru yakni penyidikan tindak pidana sektor keuangan.

Di Medan ini termasuk investornya sangat luar biasa, untuk tahun 2015 ini banyak masyarakat yang menanyakan soal produk keuangan.

“Pengaduan memang relatif stabil, selama tahun 2014 ada 3 pengaduan investigasi mencurigakan, 76 perbankan, 28 LKNB. Sedangkan yang banyak itu menanyakan langsung ke kantor OJK 238 pengaduan,” katanya. (ts-mnl)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here