HeartIndo Gandeng Masyarakat Tanam 1000 Batang Bakau

1129
Penanaman 1.000 batang bakau dilakukan di Hutan Mangrove Sergai, Sabtu (31/10/2015). (tobasatu.com/T.Bobby Lesmana)

tobasatu.com, Sergai | Guna memerangi perubahan iklim yang saat ini terus terjadi secara global, HeartIndo bekerjasama dengan Unilever brightFuture (yang sebelumnya dikenal dengan Project Sunlight), menggandeng masyarakat untuk melakukan penanaman 1.000 batang pohon bakau yang melibatkan 100 sukarelawan.

Penanaman bakau dilakukan di Hutan Mangrove Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (31/10/2015) dipimpin oleh Sinta Kania Wati dari Yayasan Unilever Indonesia didampingi Dr. Apsari Diana Kusumastuti.MARS.

Kegiatan penanaman pohon bakau itu juga dirangkai dengan berbagai kegiatan, diantaranya memberikan apresiasi kepada SDN 105366 Desa Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai atas partisipasinya sebagai sekolah peserta #brightfuture volunteer day, dalam penanaman pohon bakau untuk wujudkan masa depan cerah bagi generasi mendatang.

tanam bakau-1

Sebelumnya, pada hari yang sama, diadakan edukasi ke masyarakat sekitar dan SDN 105366 di desa tersebut mengenai pentingnya penanaman bakau di pesisir pantai dan cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir.

Juga di lokasi yang sama diadakan program bersih-bersih di sekitar pantai dan hutan mangrove. Acara ini semakin marak dengan diadakannya penanaman pohon bakau di sekitar lahan konservasi hutan yang dilakukan oleh gabungan para volunteer dan staff dari Unilever yang ada di Sumbagut.

Tak ketinggalan beberapa awak media yang ikut bersemangat dalam acara tersebut juga menanam pohon yang meredam abrasi laut dan tempat berlindung berbagai biota pinggir laut.

HeartIndo adalah sebuah Lembaga sosial yang juga concern pada masalah kesejahteraan, termasuk di dalamnya masalah Pendidikan dan Kesehatan di Sumatera Utara dan Sumatra Barat khususnya dan Indonesia.

Melalui kegiatan – kegiatan di bidang  Kesehatan, Pendidikan dan lingkungan serta  Penelitian Heartindo mencoba menggalakan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara.

BACA JUGA  Perilaku Cuci Tangan Warga Sumut Masih di Bawah Rata-Rata Nasional

Menurut Sinta Kania Wati dari Unilever, hutan bakau atau mangrove sangat berperan dalam mencegah erosi dan abrasi pantai, penyaring alami karena pohonnya dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur yang dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.

“Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan penghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu,” sebutnya. Karena itulah hutan mangrove sangat tepat digunakan untuk mengurangi dampak pemanasan global. (ts-09)