Aktivitas Gunung Barujari Masih Tinggi, 100 Ribu Masker Dibagikan

779

tobasatu.com, Lombok | Aktivitas vulkanik Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi NTB masih cukup tinggi.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, berdasarkan informasi visual dan data kegempaan dari Pos Pantau Gunung Rinjani, terlihat asap putih tebal tinggi 1.000-1.500 M. Sebaran abu vulkanik tipis pada Sabtu (7/11/2015) pukul 10.00 wib dominan di Selatan-Barat Daya.

Sebaran abu lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, terpantau Bandara Ngurah Raid di Denpasar dan bandara di Banyuwangi aman dari abu. Kegempaan tremor menerus 3 – 44 mm (dominan 15 mm).

Hingga kini status Gunung Rinjani pun masih Waspada (level 2). Evaluasi dari PVMBG, bahwa tingkat kegempaan setelah erupsi pertama pada 25 Oktober2015 masih menunjukkan peningkatan dalam amplitudo tremor.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tremor berkorelasi dengan erupsi yang terjadi secara menerus dari kerucut Gunung Barujari. Asap kawah keluar dengan tinggi maksimum 2.000 m di atas gunung. Jatuhan piroklastik yang jatuh di badan Baru Jari dan aliran lava mengalir ke arah timur laut menuju Kaldera Rinjani.

Ancaman bahaya secara langsung berupa jatuhan piroklastik dan aliran lava masih berada di dalam Kaldera. Hingga saat ini belum perlu ada pengungsian, masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam kaldera gunung Rinjani dalam radius 3 kilo.

Untuk mengantisipasi dampak erupsi ini, BPBD sudah mendirikan tenda pengungsi di 9 lokasi :
– Lombok Utara 4 Tenda Pengungsi
– Lombok Barat 3 Tenda Pengungsi
– Lombok Tengah 2 Tenda pengungsi.

BPBD Provinsi NTB telah membagikan100 ribu lembar masker yang diabgikan beberapa lokasi seperti Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah. (ts-02)

BACA JUGA  Rinjani Meletus, Penutupan Empat Bandara Diperpanjang