Tim Kejagung Geledah Gedung DPRD Sumut

307
Ilustrasi Penggeledahan. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan  | Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah sejumlah ruangan di Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (9/11/2015). Penggeledahan ini terkait penyalahgunaan dana Bansos yang menyeret Gubernur Sumut non aktif Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka.

Sebanyak 6 personil mengenakan rompi hitam merah terlihat menyisir sejumlah ruangan di sekretariat dewan.

Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Sumut Nirma Raya Hasibuan mengatakan, tim Kejagung tersebut mulai melakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.30 WIB.

“Nggak tahu apa yang diambil. Masih disisir. Yang diperiksa berkas anggaran tahun 2012 dan 2013,” tuturnya.

Sejumlah PNS yang berada di bagian keuangan tersebut terlihat berkumpul sambil berbisik-bisik. Mereka juga tidak mengetahui perihal maksud kedatangan tim Kejagung tersebut.

Informasi diperoleh tobasatu.com, ruangan pertama yang digeledah adalah ruang risalah persidangan di lantai 1 gedung baru. Di ruang tersebut penyidik memeriksa sejumlah berkas dan memasukkannya ke dalam kardus. Ada empat kardus berkas dibawa dari ruang risalah persidangan.

Penyidik kemudian membawa berkas tersebut ke gedung sekretariat dewan dan langsung naik ke lantai 2. Berkas tersebut dikumpulkan di ruang aula, dan selanjutnya penyidik menggeledah ruang Kabag keuangan dan sempat berbicara dengan Kabag Keuangan Nirma Raya Hasibuan sebelum melakukan penggeledahan.

“Tadi mereka datang sekitar jam setengah sebelas. Mereka izin mau lihat-lihat ruangan katanya. Belum tahu apa yang diambil, tapi yang dicari berkas anggaran 2012 dan 2013,” kata Nirma.

Dari pantauan wartawan, ada tiga kotak berkas yang dibawa dari ruang kabag keuangan dan dikumpulkan di ruang aula Sekretariat Dewan. Namun penggeledahan belum selesai dilakukan, hingga kini penyidik masih menggeledah dan memeriksa berkas di ruang Kabang keuangan.

Sebelumnya terkait penyalahgunaan dana Bansos, Tim dari KPK juga melakukan penggeledahan di Gedung DPRD Sumut. Petugas KPK ketika itu memeriksa Sekwan DPRD Sumut Randiman Tarigan dan Bendahara Alinafiah.  (ts-02)

 

BACA JUGA  FITRA : Pengembalian Uang Korupsi Tidak Hilangkan Sanksi Pidana
Loading...
loading...