Waspadai Tahi Lalat Bisa Jadi Tumor

613
Ilustrasi wanita yang memiliki tahi lalat. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Tahi lalat bagi sebagian orang bisa menambah kesan cantik di wajah. Namun tahukah Anda, tahi lalat yang bertambah besar bisa menimbulkan masalah karena berpotensi menjadi tumor.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Irwan F Rangkuti mengatakan, tahi lalat yang perlu dicurigai bisa menjadi tumor apabila pertumbuhannya yang cepat, mudah berdarah.

“Selain itu menimbulkan gatal, terjadinya perubahan warna tahi lalat dari kecoklatan menjadi hitam. Memang kalau kecil gak masalah tapi kalau sudah besar, jaringan kulit bisa hilang, berlobang,  walaupun ini tidak seketika,” jelasnya, Kamis (11/11/2015).

Menurut kepala Staf Medis Fungsional (SMF) Kulit dan Kelamin RSUD Dr Pirngadi ini, masyarakat mengetahui adanya tahi lalat dan dibiarkannya.

“Pembesarannya memang lama, bertahun tahun. Tapi kalau sudah jadi tumor, susah mengobatinya. Makanya waktu masih kecil akan lebih mudah mengobatinya. Tetapi, orang masih ada yang merasa takut, padahal operasinya kecil,” ujarnya.

Di tempatnya bekerja, sambungnya, umumnya yang datang memeriksakan tahi lalatnya adalah orang tua atau usia lanjut. Kalau tahi lalat sudah keroak akan menjadi jelek dan operasinya sulit apalagi kalau di dekat hidung, mata. “Biayanya juga lebih mahal,” katanya.

Setelah dilakukan operasi, ujarnya lagi, lalu dilakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk melihat apakah masih ada sel tumor atau kanker lagi. Kalau masih ada, maka dilakukan lagi operasi. “Akan susah kalau sudah bermetastase atau menyebarnya sel ke organ tubuh,” ujarnya.

Jadi, ciri ciri tahi lalat yang harus diwaspadai, jelasnya kembali, yaitu pertumbuhannya cepat, terjadinya perdarahan, gatal dan terjadinya perubahan warna coklat ke hitam dengan cepat.

Sedangkan di RS Pirngadi sendiri, sebutnya, kasusnya dua atau tiga orang dan kemungkinan ada yang datang ke bagian bedah dan umum.  “Ada tahi lalat yang biasa dan tidak semua menjadi tumor atau kanker,” katanya.

BACA JUGA  Rock and Roll, Cara Ria Irawan Lawan Kanker

Ia menduga faktor adanya tahi lalat, karena paparan sinar matahari langsung yang berlebihan dan factor genetik yaitu orangtua yang banyak tahi lalatnya, “saran saya, pakai alat pelindung diri seperti topi, payung bila keluar rumah atau kalau tidak perlu jangan keluar rumah terkena paparan sinar matahari langsung,”pungkasnya. (ts-13)

 

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here