Perekonomian Sumut Diramal Mandeg

392

tobasatu, Medan | Sejumlah pejabat di Sumatera Utara (Sumut) baik legislatif maupun eksekutif terjerat kasus hukum. Ada yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga Kejaksaan Agung (Kejagung). Imbasnya, roda perekonomian Sumut diramalkan mandeg.

Menurut Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Jumat (13/11/2015), kemandegan dikarenakan sejumlah hal yang membutuhkan otorisasi pejabat berwenang.

“Saat ini kita tengah berada menjelang akhir tahun. Dengan tuntutan masalah hukum sejumlah pejabat akan membuat mereka sebagai pelaksana anggaran akan lebih hati-hati dalam menggunakan anggaran. Kondisi terburuknya bahkan mereka sangat mungkin justru tidak menggunakan anggaran tersebut,” jelasnya.

Dia menilai dampak dari tertangkapnya sejumlah pejabat tersebut, akan terasa menjelang akhir tahun dan triwulan pertama nantinya.

“Pemerintah pusat khususnya Menteri Dalam Negeri harus mampu memberikan jalan keluar akibat proses hukum yang tengah dihadapi sejumlah pejabat di Sumut. Jangan sampai masalah ini menimbulkan efek samping yang cukup besar terhadap perekonomian Sumut secara lebih menyeluruh,” ujarnya.

Gunawan berharap program-program yang telah ditetapkan mampu direalisasikan dengan atau tanpa pejabat yang berwenang. Meskipun penentuan orang yang memiliki otoritas juga harus melalui undang-undang.
“Kita memiliki banyak masalah di Sumut, seperti ekspor yang melambat, harga komoditas yang mengalami penurunan, daya beli yang masih melemah, serta belum pulihnya pendapatan masyarakat. Praktis program pembangunan pemerintah bisa menjadi salah satu motor penggeraknya. Sayang saat ini kondisinya diperburuk oleh banyaknya pejabat yang tersandung kasus hukum,” bilangnya.

Lanjut dikatakannya, pemerintah pusat harus bisa memastikan birokrasi di Sumut tetap berjalan. “Jangan membiarkan proses hukum tetap berjalan namun tanpa didampingi kebijakan yang bisa memastikan roda perekonomian Sumut tetap berjalan,” pungkasnya. (ts-04)

BACA JUGA  Kapolres Sergai Pimpin Sosisalisasi Zona Integritas Menuju WKB dan WBBM
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here