Rumah Dinas Akper Labuhanbatu Terbakar, Pasutri dan Anak Tewas Terpanggang

2084
Satu unit rumah dinas di lingkungan Akper Labuhanbatu terbakar, Selasa (17/11/2015). 3 penghuni rumah terbakar dalam insiden tersebut. tobasatu.com/Habibi)

tobasatu.com, Labuhanbatu | Satu unit rumah dinas di sekitaran kompleks Akademi Perawat (Akper) Pemkab Labuhanbatu yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Pendidikan, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan terbakar, Selasa (17/11) sekira pukul 01.00 WIB dini hari. (Baca Juga : Penyebab Kebakaran Masih Simpang Siur)

Akibatnya, tiga dari delapan penghuni rumah yakni H Zulkifli Nasution (45), Hj Nurmelan Siregar (36) dan anaknya Maulana Bakri Al-Husin (9 bulan) tewas akibat bencana tersebut. Sedangkan Zulkifli sempat dirawat sekitar 6 jam di RSU Rantauprapat.

Korban semasa hidupnya. (tobasatu.com).
Korban semasa hidupnya. (tobasatu.com).

Informasi diperoleh di lokasi, api disebut-sebut berawal dari ruang dapur rumah yang memiliki tiga kamar tersebut. Setelah itu menjalar kebagian ruangan depan melalui atas plafon dan membesar di ruangan itu. Sebelumnya, H Zulkifli yang merupakan ayah dari tiga anak itu sempat menyelamatkan lima penghuni termasuk sanak saudaranya.

Namun dikarenakan api semakin membesar dan ruangan disesaki asap, H Zulkifli diperkirakan kehabisan tenaga dan tidak sanggup lagi menolong istri dan anaknya yang masih berada di dalam rumah.

“Satu lagi anaknya di kamar dan istrinya disebut di kamar mandi. Jadi, anak dan istrinya tewas di dalam rumah,” ujar sejumlah sumber sembari menambahkan warga terus berdatangan untuk melakukan pertolongan pada dini hari itu.

Warga bergotong-royong ikut memadamkan api. (tobasatu.com)
Warga bergotong-royong ikut memadamkan api. (tobasatu.com)

Kepala Akper Pemkab Labuhanbatu H Neng Khoiriah hingga kini belum memberikan keterangan terkait peristiwa kebakaran yang menelan tiga korban itu. Padahal lokasi tersebut berada sekitar tujuh meter dari asrama mahasiswa/mahasiswi didiknya serta pihak management Akper Pemkab Labuhanbatu.

Lurah Sioldengan Nurdin Edy menerangkan, berdasarkan laporan Kepala Lingkungan (Kepling) Pendidikan, warga beserta sejumlah unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan api. Setelah itu barulah korban yang di dalam dibawa kesarana kesehatan setempat. (Baca juga : Jenazah Korban Diboyong ke Rumah Orangtua)

“Informasinya, suaminya sempat menolong yang lainnya, baru saat ingin menolong istri dan anaknya, dia tidak keluar-keluar lagi. Itulah informasi yang saya peroleh dari Kepling,” akunya pertelepon. (ts-15)

BACA JUGA  Penyebab Kebakaran Masih Simpang Siur