Ini Pesan Terakhir Korban Sebelum Meninggal Dunia

1500
Gedung Akper Labuhanbatu. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Labuhanbatu | Insiden kebakaran yang menewaskan pasangan suami istri dan balitanya berumur 9 bulan di sekitaran kompleks Akademi Perawat (Akper) Labuhanbatu, Selasa (17/11/2015) dinihari kemarin, menyisakan rasa sedih bagi keluarga. (Berita sebelumnya : Rumah Dinas Akper Labuhanbatu Terbakar, Pasutri dan Anak Tewas Terpanggang)

Sarif Siregar (40), abang kandung Almarhum Nurmeilan Siregar di kediaman rumah duka mengatakan, bahwa almarhum H Zulkifli Nasution sempat berucap kepadanya (Sarif Siregar abang iparnya—red), tolong jaga anakku! pada saat menemani korban yang ketika itu, sudah kritis di UGD RSUD Rantauprapat.

Sebelum meninggal, Zulkifli berpesan kepada keluarga untuk merawat dua anaknya yang selamat dari kebakaran. (tobasatu.com)
Dua anak korban yang selamat dari kebakaran. (tobasatu.com)

“Tolong jaga anakku Ya!. itu pesannya sebelum almarhum menghembuskan nafas terakhir,” ujar Sarif Siregar yang ditemui di rumah duka, Rabu (18/11/2015).

Lebih lanjut, kata Sarif, selama hampir 15 tahun menikah, almarhum H Zulkifli Nasution dan adiknya Hj Nurmeilan Siregar telah dikaruniai 3 orang anak.

“Dan kini hanya tinggal 2 anak yang selamat, yakni yang paling besar, diantaranya Amel (11) duduk di kelas 5 SD dan Baim (6) masih TK. Mereka kini menjadi yatim piatu, dan saat ini menjadi tanggung kami (keluarga-red),” ucapnya.

Masih kata Sarif, pasangan suami istri itupun selama ini sama-sama berprofesi di dunia kesehatan. H Zulkifli aktif sebagai perawat di salah satu Puskesmas sebagai tenaga honor di Labuhanbatu dan istrinya Hj Nurmeilan aktif sebagai dosen PNS di Akper Pemkab Labuhanbatu.

“Jadi mereka sama-sama orang kesehatan, tapi yang PNS cuma istrinya,” jelasnya.

Psikologis Anak Korban

Sementara Setdakab Labuhanbatu Ali Usman Harahap  menginstruksikan ke jajaran Dinas Kesehatan, BKD, dan pihak Kecamatan agar segera menyelesaikan kelengkapan administrasi para korban. Serta, menginstruksikan ke Dinas Pendidikan Labuhanbatu agar mengurus keperluan pendidikan anak para korban yang selamat.

BACA JUGA  Penghitungan Suara Pilkada Labura Ricuh, 9 Orang Nginap di Mapolres Labuhanbatu

“Dan saya juga mengintruksikan kepada pihak BP2KB agar memantau kondisi psikologis kedua anak korban yang ditinggalkan,” ungkap Ali Usman selaku Setdakab Labuhanbatu .

Begitu juga, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu dr Alwi M Hasibuan yang  mengatakan, kedua korban H Zulkifli dan Hj Nurmeilan Siregar cukup dikenal baik di lingkungan Dinas Kesehatan Labuhanbatu. Bahkan katanya, seluruh keluarga besar Dinas Kesehatan sangat merasa kehilangan atas kepergian pasangan suami istri itu. (ts-15)