Jumlah Penderita HIV/AIDS di Sumut Meningkat, Didominasi Laki-Laki

1447
Ilustrasi HIV/AIDS. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Perkembangan kasus penyakit mematikan HIV/AIDS kian mengkhawatirkan di Sumatera Utara. Kian hari jumlah penderitanya terus mengalami peningkatan.

Informasi diperoleh tobasatu.com dari Manager Proyek Global Fund Dinkes Sumut Andi Ilham, hingga Agustus 2015, tercatat jumlah Orang Dengan HIV (ODA) di Sumut mencapai 2.952 orang. Sementara Orang Dengan AIDS (ODA) terdapat sebanyak 4.317 orang.

Dari jumlah tersebut, diantaranya laki-laki dengan HIV terdapat sebanyak 2.161 orang, dan laki-laki dengan AIDS terdapat 3.344 orang.

“Sementara perempuan dengan HIV ada 791 orang dan AIDS 973 orang,” ujar Andi Ilham, Minggu (29/11/2015).

Sedangkan di Medan, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dari tahun 2006 sampai Agustus 2015 mencapai 4.802 kasus.

Menurut Ilham, dari tahun ke tahun jumlah terbanyak didominasi oleh laki laki. Pada tahun 2013, laki-laki ada 327 orang serta perempuan ada 97 orang. Selanjutnya pada tahun 2014 jumlah laki-laki yang tertular ada 496 orang dan perempuan ada 151 orang. Sementara itu, hingga Agustus 2015 untuk laki-laki ada sebanyak 233 orang dan laki-laki ada 88 orang.

Kepala Seksi Pengendalian dan pemberantasan Penyakit Dinkes Medan Dr Pocut Fatimah Fitri MARS sebelumnya saat acara Penguatan Penulisan HIV/AIDS bagi Jurnalis beberapa hari lalu mengatakan bahwa faktor resiko terbesar adalah heterokseksual selanjutnya homoseksual, pengguna narkotika suntik (IDU’s), dan perintal.

“Tahun ini saja, untuk faktor resiko heterokseksual ada 229 kasus kemudian homoseksual ada 72 kasus, jarum suntik ada 8, dan perinatal ada 5,” ujar Pocut.

Bila berdasarkan usia, dari tahun 2006 hingga 2015 ada 99 orang. Dari jumlah 8 orang ditemukan pada tahun 2014 dan tahun ini ada 6 orang. Sementara dari tahun 2006 hingga 2015, untuk Ibu Rumah Tangga (IRT) ada 649 orang, jumlah ini cukup tinggi bila dibandingkan Wanita Pekerja Seks (WSP) yang hanya 306 orang.

“Kalau yang meninggal dari tahun 2008 hingga 2015 sudah ada banyak mencapai 1098 orang. Dari jumlah tersebut laki-laki ada 858 orang dan perempuan ada 240 orang. Kalau tahun ini laki-laki ada 46 orang dan perempuan ada 18 orang,” katanya lagi.

HIV terutama ditemukan di darah, cairan vagina, air mani bukan sperma, air susu ibu. “Penularannya melalu cairan tersebut, bukan ditemuakan di keringat, air kencing, tinja atau air ludah. HIV juga tidak menular dari pelukan, tinggal satu rumah, gigitan nyamuk, menggunakan peralatan makan atau minum yang sama, menggunakan jamban yang sama, untuk itu tidak perlu lagi mendiskriminasi para Odha,” ujarnya.

Untuk itu, pencegahan dari darah dapat dilakukan dengan kewaspadaan dalam pelayanan kesehatan (sterilisasi alat, prosedur medis dsb), skrining darah donor oleh PMI, Penggunaan jarum steril oleh pemakai narkoba suntik, tindik, tato. (ts-13)