Liputan Begal di Kampung Kubur 3 Wartawan Ditembak

508
Foto Ilustrasi/Penembakan

tobasatu.com, Medan | Tiga orang wartawan media online, Nicolas Saragih (24), Arifin (34), dan Fahrizal (25), Minggu dinihari tadi menjadi korban penembakkan di kawasan Kampung Kubur, Kecamatan Medan Petisah.

Ketiga korban ditembak saat melakukan peliputan begal di kawasan tersebut. Akibat peristiwa itu, Nicolas terluka di bagian kening. Arifin terluka di bagian dagu, sedangkan Fahrizal tertembak di bagian leher kiri. Peluru mimis kuningan masih tertinggal di kening Nicolas dan dagu Arifin.

Korban menyebutkan, peristiwa bermula saat ketiganya sedang duduk di depan Polsek Medan Baru. Saat itu pula, beberapa orang pria mendatangi Polsek Medan Baru dan mengaku menjadi korban begal di kuil tak jauh dari Kampung Kubur.

“Mereka datang dan membuat laporan, mereka mengaku telah menjadi korban begal. Petugas kemudian ke TKP. Kami 8 orang wartawan ikut ke sana mau meliput,” jelasnya.

Saat akan masuk ke kawasan padat penduduk itu, Nicolas mengaku melihat seorang pria sedang mendorong sepeda motor . Saat didekati, pria itu langsung mencampakkan sepeda motor dan kabur ke Kampung Kubur.

“Kami kejar ke sana, tapi kami terpisah dengan petugas,” sambungnya. Kembali dikatakannya, di dalam Kampung Kubur, ternyata justru dirinya bersama rekannyua, Arifin dan Fahrizal yang diteriaki maling. Dimana seorang warga mengenakan baju putih mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan.

“Aku ditembak dari jarak sekitat 3 meter. Aku sudah coba mengelak,”terangnya. Setelah berhasil kabur, Nicolas dan rekan-rekannya membuat laporan ke Mapolsek Medan baru. Mereka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dirawat dan melakukan visum et repertum.

“Sudah membaik, ini tinggal mengeluarkan pelurunya,” sebut Nicolas. Menanggapi soal penembakan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Asegaf mengatakan pihaknya masih melakukan penuelidikan. “Petugas mengamankan barang bukti 1 butir peluru mimis,” jelasnya.

BACA JUGA  500 Personel Polresta Medan Lakukan Tes Urine

Helfi menyebutkan, pelaku penembakan dengan air softgun ini dapat dijerat dengan Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951. Ancamannya maksimal 10 tahun penjara. (ts-05)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here