2016, Sumut Targetkan Produksi Daging 153.240 Ton

622
Ilustrasi penjualan daging sapi. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Sumatera Utara menargetkan produksi daging mencapai 153.240 ton pada tahun 2016. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut drh Parmohonan Lubis, target itu antara lain diperoleh dari populasi sapi sebanyak 678.542 ekor, kerbau 133.174, babi 896.297 ekor dan domba/biri-biri 464.378 ekor.

“Secara populasi produksi itu cukup, bahkan lebih dari kebutuhan, namun khusus sapi, sampai sekarang masih tetap impor tapi di bawah 10 persen dari target. Pada tahun 2015 impor sapi dari Australia dan New Zealand sebanyak 26.300 ekor, masih tersisa 9.600 ekor lagi yang belum dipotong. Berarti yang dipotong sekira 14.494 ekor,”katanya, Rabu (6/1/2015).

Ia menilai jika melihat trendnya maka impor dari tahun ke tahun cenderung menurun, yang sekarang di bawah 10 persen dan lama-lama akan tak ada lagi karena produksi lokal sudah cukup. Cuma untuk sapi ini memang susah diprediksi produksinya  karena ternak itu berada di tangan peternak sehingga harus ada impor. Sebab ternak seperti sapi dan kerbau yang dimiliki peternak tak bisa dipaksa untuk dijual. Terkadang mereka tak mau jual ternaknya karena untuk investasi dan belum butuh uang.

“Banyak yang tetap mempertahankan ternaknya meski ternak itu sudah bisa dipanen. Beda dengan ternak ayam potong yang sudah dikelola perusahaan sehingga hampir dapat dipastikan  produksinya,”ujarnya.

Sedangkan dengan adanya penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN, ia menyebut masuknya sapi dari negara-negara Asean tidak bisa dilarang karena sudah kesepakatan bersama dalam KTT Asean.  Hanya yang ditakutkan kalau ada penyakit hewan. Sedangkan hewan dari Australia tidak perlu dikhawatirkan, apalagi sudah dapat sertifikat dari Organization International des Evizootis (OIE) di bawah naungan PBB-khusus menangani penyakit hewan.

Mengenai populasi ternak sapi,  kalau ditambah dengan hewan qurban maka jumlahnya tambah 70.000 ekor. Khusus kebutuhan hewan qurban hanya reguler saja, tepatnya pada Idul Adha. Sedangkan secara reguler atau kebutuhan sekira 30.000 ekor per tahun  kalau rata-rata 3.000 ekor sapi dipotong per bulan.

“Sedangkan pada tahun 2015,  jelasnya, target produksi daging 147.463 ton dan sampai Nopember  2015 realisasi 143.741 ton,”ujarnya.

Untuk target populasi sapi potong 660.703 ekor dan realisasi 666.496 ekor. Target domba/biri-biri 440.000 ekor, realisasi 620.000 ekor. Target babi 886.087 ekor dan realisasi 1.159.087 ekor. Ayam petelur target 12.876.451 ekor, realisasi 14.962.637 ekor. Ayam pedaging target 46.660.587 ekor dan realisasi 47.659.709 ekor.

“Data realisasi ini diperoleh dari pemotongan yang terjadi di rumah potong hewan, kini setiap kabupaten/kota ada satu rumah potong hewan (RPH), kecuali Deliserdang ada dua. Pemotongan sapi dan kerbau 2.800-3.000 ekor per bulan, terbanyak di Deliserdang, namun dagingnya sebagian besar dijual ke Medan.

Menyinggung penyakit hewan, Parmohonan menyebut hewan di Sumut, khusus sapi bebas dari penyakit berbahaya dan cukup aman dikonsumsi. Kalaupun ada penyakit biasanya hanya penyakit “ngorok” yang mengakibatkan kematian hewan. “Sumut aman dari penyakit hewan membahayakan,” ujarnya. (ts-13)