Gunung Egon Status Siaga, 927 Jiwa Diungsikan

656
Gunung Egon di NTT ditingkatkan statusnya menjadi Siaga (Level III). (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com | Meningkatnya aktivitas Gunung Egon di Kabupaten Sikka, NTT, membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status gunung berapi tersebut menjadi Siaga (Level III). Sebanyak 927 jiwa diungksikan dari kawasan Gunung Egon.

Sementara itu masyarakat dan wisatawan juga dilarang mendekati kawah dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Egon. Akses menuju ke lokasi tempat pengungsi di Kecamatan Mapitara untuk sementara ditutup oleh Bupati Sikka, karena di sekitar arah menuju wilayah tersebut sudah tercemar gas beracun.

Demikian informasi diperoleh tobasatu.com dari Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Humas  BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (20/1/2016).

Dijelaskan Sutopo, penduduk yang bermukim di dalam radius 3 km berjumlah 1.437 jiwa (287 KK) yang tersebar di Dusun Lere, Welin Watut, dan Baokrenget, Kec Mapitara, Kab. Sikka. Hingga saat ini 927 jiwa (206 KK) penduduk yang tinggal di dalam radius 3 km telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sementara itu 501 jiwa (81 KK) masyarakat belum bersedia diungsikan.

Dari 927 jiwa pengungsi saat ini ditempatkan di dua tempat pengungsian. Di Pos pengungsian Kantor Kecamatan Mapitara (432 jiwa/90 KK) berasal dari Dusun Welin Watut (220 jiwa/47 KK) dan Dusun Baokrenget (212 jiwa/43 KK). Sedangkan di pos pengungsian pasar Natakoli berjumlah 496 jiwa/116 KK yang berasal dari Dusun Lere (104 KK/ 496 jiwa/104 KK), Dusun Welin Watut (5 jiwa/2 KK), dan Dusun Baokrenget (56 jiwa/12 KK).

Sementara itu kondisi Gunung Egon, terlihat asap kawah teramati putih tipis 25-50 meter. Terpantau kondisi kegempaannya 3 kali gempa tektonik jauh, 1 kali gempa vulkanik, amplitudo maksimum 3-5 mm. Status masih Siaga (level III).

BACA JUGA  Kapal Tenggelam di Tanjung Pinang, 10 Tewas dan 5 Hilang

Menurut Sutopo, Bupati Sikka telah menetapkan status Siaga Darurat selama 14 hari yaitu 13 – 26 Januari 2016. BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan berupa beras, mie instan, air mineral, gula pasir, air mineral, kasur lipat, dan terpal. BPBD Kab.Sikka telah membagikan masker sebanyak 2.000 lembar kepada masyarakat. Kebutuhan mendesak adalah makanan, air bersih, tenda pengungsi, MCK, dan tenaga medis. (ts-02)