BPJS Segera Hapus 1,7 Jiwa Peserta KIS PB

590
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Pemerintah akan menghapus sekitar 1,7 juta jiwa peserta Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PB) pada tahun 2016 ini, dari total 86,4 juta jiwa total peserta layanan kesehatan tersebut berdasarkan data tahun sebelumnya.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Medan dr Mariamah, kemungkinan pengurangan itu dikarenakan adanya kepesertaan yang ganda, meninggal, dank arena ekonominya membaik.

“Pengurangan itu berdasarkan  SK Menteri Sosial dan mulai berlaku Januari 2016 dan dilakukan oleh tim survey dari pusat,” kata Mariamah dalam acara Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS PBI, Rabu (3/2/2016) di aula BPJS Kesehatan Medan.

Dari jumlah pengurangan itu, Medan dengan jumlah KIS PBI tahun 2015 berdasarkan SK Kemensos sebanyak 453.437 dan berdasarkan SK Kemensos 2016 berkurang 1642 dan menjadi  482.048 jiwa.

“Itu data diterima berdasarkan SK Kemensos, kuota 2015 berkurang 1642. Kalau dari data itu, kemungkinan ada penambahan tetapi saya tidak tau, yang tau jelas dari Kemensos,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan yang timbul karena pengurangan itu maka dibentuk Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS PBI. Posko ini berada di Medan, Binjai dan Langkat  yang memiliki jumlah peserta 986.030 jiwa.

“Tujuan Posko ini untuk pemantauan progress distribusi KIS, menangani keluhan peserta,” ujarnya.

Bagi peserta yang masuk dalam daftar pengurangan itu, maka dianjurkan untuk masuk BPJS Kesehatan sebagai Peserta Bukan Penerima Upah. Namun, saat disinggung, bagaimana kalau ada peserta yang masuk dalam pengurangan itu tetapi merupakan masyarakat miskin. Mariamah mengatakan, kalau kenyataannya memang tetap orang yang tidak mampu tetapi kepesertaannya dihapus, maka pihaknya menganjurkan agar melapor ke dinas sosial.

BACA JUGA  Iuran Kembali Naik Per Juli 2020, Pemerintah Berikan Bantuan Bagi Peserta Kelas III

“Kalau tetap kenyataannya tidak mampu tetapi dihapus, kami anjurkan melapor ke dinas social dan dia hanya terhapus kepesertaannya, jadi akan dibuat pengganti,” katanya.

Sejak dibukanya Posko itu, sebut Mariamah lagi, sudah 8 peserta yang datang mengadu karena Kartu Indonesia Sehat mereka tidak aktif lagi.

Sementara, mengenai pergantian kartu yang dihapus itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Medan yang diwakili Kabid Pelayanan Sosial Jailun mengatakan, belum bisa memastikan lamanya waktu penggantian kartu tersebut dan akan menanyakannya kepada kepala dinas sosial.

“Berapa lama penggantiannya belum tau, akan saya tanyakan ke kepala dinas sosial,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Medan drg Usma Polita Nasution mengatakan, pihaknya tetap siap dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk peserta KIS PBI di Puskesmas. (ts-13)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here