Menderita Penyakit Aneh, Bocah 9 Tahun Ini Butuh Bantuan

693
Mengidap penyakit aneh, Gilang membutukan bantuan dermawan untuk biaya perobatannya. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Tanjungbalai | Gilang Fitra Wijaya (9), yang tinggal di gang sempit di Jl Rel Kereta Api, Lingk. II, Kel. Pematangpasir, Kec. Teluknibung, Kota Tanjungbalai saat ini benar-benar menderita karena mengidap penyakit aneh. Perutnya membesar, testis dan tubuhnya membengkak. Batuk dan sesak nafas juga bertubi-tubi menyerangnya.

Siswa kelas 3 SD ini hanya bisa pasrah menanti uluran tangan dermawan untuk biaya perobatannya, mengingat orangtuanya merupakan warga yang kurang mampu.

Informasi diperoleh tobasatu.com, Sabtu (27/2/2016), penyakit aneh ini sudah mulai dialami putra pasangan Iswandi (33) dan Ratih Kumala Sari (2) sejak empat tahun yang lalu. Orangtuanya mengaku sudah lebih dari 7 kali membawa anaknya ke rumah sakit baik di Tanjungbalai, Asahan hingga ke Medan. Namun dokter tidak bisa memastikan penyakit apa yang menimpa siswa kelas 3 SD ini.

Di usia yang masih belia, seharusnya Gilang hidup bersama teman sebaya, bermain, belajar, tetapi hal itu harus dikubur dalam-dalam karena penderitaannya yang tak kunjung berakhir.

“Terakhir dokter bilang kemungkinan hati yang bermasalah, saya minta supaya dioperasi meski saya tidak tahu harus mengambil biaya dari mana, tetapi dokter mengatakan ditunda dulu, diberi obat dulu dan hingga sekarang kondisinya bukan membaik, malah kian parah,” kata Iswandi bercerita.

Sejak sakit hingga kini ungkapnya, semua harta termasuk rumah, tanah, becak, dan sepeda motor sudah terjual untuk keperluan berobat Gilang. Bukan malah sembuh, Gilang semakin lemah dan tidak berdaya melawan penyakit yang dideritanya.

Ibu Gilang, Ratih Kumala Sari menuturkan awal penyakit Gilang saat akhir 2011 anak pertama dari tiga bersaudara itu terserang demam. Seperti biasa, Ratih pun memberikan obat dari warung sembari memberikan kompres berharap agar segera turun.

BACA JUGA  Empat Pengungsi Rohingya Pelarian Aceh Tersesat di Tanjungbalai

Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, bahkan tengah malam panasnya semakin tinggi. Setelah diperiksa ke rumah sakit suhunya mencapai 42 derajat celcius.

Sejak saat itu Gilang mulai lemah, diapun bolak balik keluar rumah sakit mulai dari RSUD Kota Tanjungbalai, RSUD Abdul Manan Simatupang, sampai Adam Malik di Medan tak kunjung sembuh. Bahkan rumah sakit yang terkenal di Medan Colombia Asia sesuai rujukan dokter Adam Malik juga telah dicoba. Hasilnya nihil, tak satupun dokter yang tahu apa penyakit Gilang,

“Periksa darah, rontgen, CT Scan, periksa ginjal, jantung, paru-paru, sampai pada foto MRI yang biayanya empat juta lima ratus ribu rupiah sudah dilakukan. Tapi beginilah, perut anakku semakin membesar, bahkan saat ini dia tidak bisa lagi tidur, harus bersandar, karena perutnya sakit,” ungkap Ratih.

Ratih dan Iswandi berharap ada pihak yang mau membantu menyembuhkan penyakit buah hatinya itu. Sebab, saat ini Iswandi yang sehari-hari hanya penarik becak tidak lagi memiliki dana untuk mengobati putra kesayangannya itu.

“Aku hanya kerja mocok-mocok bang, kadang menarik becak juga, sementara istriku hanya mengangsur-angsur gitu, kalau ada yang bermurah hati membantu, kami sangat berterima kasih, semoga kebaikan dibalaskan olehNya,” ucap Iswandi lirih. (ts-12)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here