Sirine Tsunami Dibunyikan, Bangunan Tinggi Digunakan untuk Evakuasi

343
Gempa 8,3 SR yang mengguncang Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu (2/3/2016) berpotensi tsunami. (tobasatu.com)

tobasatu.com | Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter mengguncang Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul 19.49 WIB malam ini, Rabu (2/3/2016). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan akan kemungkinan terjadinya tsunami dengan membunyikan sirene.

Informasi dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, BMKG telah melaporkan pertama kali gempa 8,3 SR pada Rabu (2/3/2016) pukul 19.49 Wib. Pusat gempa di Samudera Hindia di kedalaman 10 km terletak 682 km barat daya Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Gempa berpotensi tsunami.

Kemudian BMKG mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami di Sumbar, Sumut, Aceh, Bengkulu, Lampung gempa magnitude 7,8 SR pada kedalaman 10 km di lokasi yang hampir sama.

Guncangan gempa dirasakan sedang di Padang. Di Payakumbuh terasa ringan guncangannya. Beberapa sirine tsunami diaktifkan. Masyarakat merespon peringatan dini dengan naik ke shelter atau mencari tempat yang tinggi. Bangunan-bangunan tinggi digunakan untuk evakuasi.

Berdasarkan analisis Ikatan Ahli Bencana Indonesia, mekanismenya gempa strike slip kemungkinan potensi tsunami tidak besar. Tsunami besar biasanya kalau mekanismenya thrust.

Sumber gempa dari sistem patahan Investigator Fracture Zone (IFZ) di Samudera Hindia menyebabkan pergeseran lempeng secara mendasar sehingga tidak akan membangkitkan tsunami besar. Berupa sistem sesar transform. Mirip gempa di barat daya Simeulue pada 11 April 2012. Goncangan dirasakan di Padang III MMI (lemah).

“Laporan sementara aman,” ujar Sutopo dalam keterangannya.

Posko BNPB masih mengkonfirmasi dampak gempa ke BNPB, dan  dilaporkan bahwa kondisi di daratan Sumatera masih aman. Sedangkan komunikasi dengam BPBD Mentawai masih terus dilakukan. Belum ada laporan korban jiwa, kerusakan dan informasi datangnya tsunami di pantai barat Sumatera mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu dan Lampung. BNPB masih terus berusaha memperoleh informasi dari BPBD.

BACA JUGA  17 Korban Tewas Banjir Bandang Madina Telah Dievakuasi

Menurut Sutopo, peringatan tsunami dari BMKG didasarkan dari modeling. Buoy tsunami yang ada di perairan Indonesia hingga saat ini belum memberikan laporan adanya tsunami. Banyak buoy yang rusak dan tidak berfungsi sehingga kita tidak mengetahui apakah potensi tsunami di lautan benar terjadi atau tidak. (ts-02)

 

Loading...
loading...