Realisasi Gadai Capai Rp1,473 Triliun

474
Ilustrasi pegadaian. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Pada awal-awal tahun 2016, realisasi gadai di Pegadaian Medan tampak merangkak naik. Realisasi pada Februari 2016, penyaluran kredit Pegadaian Kanwil I Medan, cukup fantastis. Sekitar Rp 1,473 triliun telah digelontorkan Pegadaian Medan, untuk produk gadai konvensional dan syariah di wilayah Sumut dan Aceh.

Hal ini dikatakan oleh Humas Lintong Panjaitan, rincian dana pinjaman yang dialokasikan Pegadaian Medan sepanjang Februari 2016, sangat besar pada gadai konvensional yakni sekitar Rp 1 T.

“Paling besar itu pada gadai konvensional, selainnya ada dari Gadai Flexi, Emasku, Krasida, Kreasi, Kresna dan Mulia, untuk Gadai Konvensional sebesar Rp 1.080.074.550.000, Emasku Rp 213.167.700, Gadai Flexi Rp 413.450.000, Krasida Rp 5.102.900.000, Kreasi Rp 9.940.000.000, Kresna Rp 3.703.000.000 dan Mulia Rp 3.405.368.623,” katanya,  Senin (7/3).

Sedangkan untuk Gadai Syariah, yakni program Rahn Rp 360.407.270.000, Kredit Mikro Amanah Rp 918.700.000, Arrum Rp 7.573.740.000, Emasku Rp 22.752.300, dan Mulia Rp 1.450.398.925.

Sementara itu, Lintong menjelaskan, Outstanding loan (sisa uang pinjaman) sampai dengan bulan Februari 2016 untuk Gadai Konvensional Rp 1.634.103.740.000, Kredit Mikro Emasku Rp 795.670.648, Flexi Rp 2.000.000, Krasida Rp 16.529.618.090, Kreasi Rp 81.603.743.838, Kresna Rp 38.791.507.539, Krista Rp 985.730.600, dan Mulia Rp 9.058.065.398.

Sedangkan untuk Gadai Syariah, yakni Rahn Rp 432.147.690.000, Amanah Rp 3.981.907.078, Arrum Rp 30.610.475.155, Emasku Rp 153.064.548, dan Mulia Rp 3.482.398.000.

Menurut Lintong, keberadaan perusahaan plat merah milik BUMN non keuangan ini, siap membantu masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana. Secara global, hampir seluruh cabang di wilayah Sumut dan Aceh menerima transaksi nasabah gadai.

“Nasabah dari Pegadaian, terdiri atas PNS, pegawain BUMN, Pedagang, kaum ibu rumah tangga, mahasiswa, supir, petani dan lain sebagainya. Jadi kami siap untuk semua,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wali Kota Resmikan Bank Sampah dan Taman The Gade Clean and Gold

Menurutnya, barang jaminan yang diterima Pegadaian Medan masih didominasi perhiasan emas. Sebesar 95 persen barang jaminan yang digadai masyarakat adalah emas. Sisanya barang elektronik dan kendaraan bermotor.

Dalam mengantisipasi melonjaknya transaksi gadai di Maret baru 2016 ini, Pegadaian Medan telah menyediakan dana yang tak terbatas.

“Kita telah siapkan dana seberapa besarpun yang diminta dan dibutuhkan oleh masyarakat, untuk pencairan kreditnya sesuai dengan apa yang dibutuhkannya pada saat pengajuan kredit,” pungkasnya. (ts-13)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here