Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumut Siapkan 157 Ribu Ekor Sapi Jelang Ramadhan

782
Ilustrasi sapi potong. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumut sudah menyiapkan sekitar 150 ribu ekor sapi lokal dan 7 ribu ekor sapi impor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran Juli mendatang.

Dinas Peternakan dalam hal ini lebih memprioritaskan pasokan sapi lokal ketimbang sapi impor, dimana untuk sapi lokal kebanyakan di daerah seperti di Kabupaten Langkat, Deli Serdang dan sebagainya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Parmohonan Lubis mengatakan di bulan biasa, kebutuhan masyarakat akan daging sapi sekitar 3 ribu ekor per bulan. Sedangkan di Ramadhan dan Lebaran, kebutuhan meningkat 20 persen diangka 4 ribu ekor perbulan.

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak punic buying sehingga harga daging bisa dikendalikan. Bahkan saya menganggap wajar jika harga daging di pasaran sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000 perkilogramnya,”katanya Selasa (26/4)

Dikatakannya, harga tidak dapat dicampuri oleh dinas peternakan, yang penting stok sapi aman ke produsen.

“Sebab harga kita serahkan pada mekanisme pasar, seperti hukum ekonomi dimana permintaan bertambah harga akan meningkat. Cuma bagaimana kita mengendalikan harga dipasar agar tidak terlalu tinggi harga daging sapinya,”ujarnya.

Namun, harga daging sapi dikhawatirkan harga daging sapi  mencapai Rp140 ribu hingga Rp160 ribu rupiah per kilogram. Sehingga harus ada  beberapa pihak untuk menetralisir harga daging sapi agar tidak mengalami kenaikan hingga 2 kali lipat.

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KPD Medan, Abdul Hakim Pasaribu meminta agar pemerintah khususnya Dinas Peternakan Sumut untuk memvalidkan data sapi lokal dan sapi impor, termasuk juga angka kebutuhan daging sapi masyarakat. Sebab selama ini, data yang disediakan dinilai masih kurang valid.

“Selain itu pemerintah juga diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang memicu pelaku usaha seperti importer untuk melakukan kecurangan. KPPU Medan  berharap agar data yang disajikan baik oleh BPS maupun dinas peternakan Sumut dapat disingkronkan sehingga kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,”katanya. (ts-13)

BACA JUGA  Dua Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Malam Ramadhan
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here