Sistem Pendidikan di Indonesia Harus Diperbaiki

2732
Anggota DPRD Sumatera Utara HM Nezar Djoeli ST.(tobasatu.com/nida)

tobasatu.com, Medan | Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Medan tercoreng dengan kasus pembunuhan seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang dilakukan oleh mahasiswanya sendiri.

(Baca berita sebelumnya : Hardiknas Berdarah, Dosen Tewas Digorok Mahasiswa)

Aksi ini menimbulkan keprihatinan dari kalangan Anggota DPRD Sumatera Utara, seperti yang dinyatakan Anggota Fraksi Partai NasDem HM Nezar Djoeli dan Anggota Fraksi Persatuan Keadilan Bangsa (FPKB) Zeira Salim Ritonga.

Nezar Djoeli yang berasal dari Dapil Medan menyatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus diperbaiki, dimana konten untuk agama, moral, akhlak dan budi pekerti harus lebih ditingkatkan dan harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini.

“Cara memperbaikinya anak-anak kita harus dibekali dengan pendidikan agama, serta pendidikan moral dan budi pekerti sehingga mereka bisa menghormati yang lebih tua, khususnya menghormati guru-gurunya. Karena pada dasarnya bekal ilmu agama adalah yang paling baik karena semua agama mengajarkan kebaikan,” tutur Nezar Djoeli.

Dia mencontohkan era saat dia masih duduk di bangku sekolah, murid-murid sangat segan saat melihat guru melintas di hadapan mereka. Namun kondisi itu zaman sekarang sudah semakin memudar. Terkadang murid bersikap acuh tak acuh saat guru melintas dihadapan mereka.

Jika sejak dini anak sudah dibekali pendidikan moral, maka menurutnya bila dewasa nanti dia akan siap untuk hidup bermasyarakat dengan damai.

Materi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) pun menurutnya perlu digalakkan lagi di sekolah-sekolah. Sehingga siswa memikili pengetahuan dan pemahaman mengenai kehidupan bernegara yang baik.

Selain itu menurutnya, anak juga perlu diawasi dalam penggunaan teknologi gadget. Sebab pengaruh internet dewasa ini sangat berperan dalam cara berfikir dan tingkah laku anak, sehingga perlu pengawasan dari orangtua.

BACA JUGA  Kontroversi Wisata Halal, Wagirin : Semua Orang Berhak Menikmati Danau Toba

Sementara politisi PKB Zeira Salim Ritonga menuturkan pemerintah jangan hanya membuat program pendidikan yang menuntut siswa untuk pintar. Sebab siswa juga harus dipersiapkan untuk siap bersaing di lapangan pekerjaan.

Demikian pula untuk tingkat perguruan tinggi, kata Zeira yang juga Ketua Komisi C DPRD Sumut itu, mahasiswa jangan dididik untuk menjadi pekerja, tapi juga harus bisa menjadi pengusaha (owner) yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Mahasiswa itu jangan dididik sebagai pekerja, tapi harus dididik sebagai pemikir sehingga mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” tutur Zeira. (ts-02)