Keluarga Korban Keluhkan Lambatnya Identifikasi Serta Biaya

516
Keluarga Korban Banjir Bandang Air Terjun Dua Warna Sibolangit Keluhkan Biaya - tobasatu news
Dede dan Leman keluarga Alhakim yang datang dari Padang Lawas. (tobasatu.com/Chandra Sembiring)

tobasatu.com, Medan | Keluarga korban banjir bandang Sibolangit mengeluhkan lambatnya proses identifikasi serta adanya biaya peti jenazah dan ambulan. Seperti diungkapkan Leman dan Dede Mulia Purba, Selasa (17/5/2016) siang.

Kerabat dari Ahmad Alhakim Lubis (22) mahasiswa STIKES Flora yang ikut tewas dalam peristiwa itu mengatakan, pihak keluarga Alhakim sudah datang sejak, Senin (16/5/2016) malam ke RS Bhayangkara Medan.

“Kami tiba dari padang lawas sudah sejak malam kemarin. Jenazah adik kami juga sudah dikenali karena kondisinya tidak parah, namun saat akan kami bawa pihak rumah sakit belum membolehkannya,” kata Dede.

Ditambahkan dede, pihak keluarga berharap jenazah Alhakim cepat dikeluarkan agar segera dikebumikan. “Teman-temannya sudah menandainya tapi belum dikasih dibawa, ini kami masih nunggu proses identifikasi, kami berharap cepat agar jenazah adik kami ini segera dikebumikan,” kata dia.

Ia juga mengatakan, untuk biaya peti dan ambulan dikenakan biaya sebesar Rp 2,2 juta, untuk biaya peti Rp 800 ribu dan Rp 1,3 juta. “Pihak kampus yang menyampaikan kepada kami,” kata dia.

Sementara pihak kampus STIKES Flora diwakili Minarli selaku dosen kalau biaya itu dari pihak rumah sakit dan biaya minyak mobil serta supir. “Bukan dari kami tapi rumah sakit, kami hanya manyampaikan. Itu untuk biaya peti serta ambulan yang kita mintai bantuan dari Dinkes Provsu,” katanya di depan sejumlah wartawan.

Adanya pungutan uang peti serta ambulan itu membuat pihak rumah sakit geram, pasalnya hal itu sama sekali tidak ada. “Semua itu tidak benar, tidak ada dikenakan biaya sepeser pun, semua dibantu. Kalau identifikasi agak lambat mungkin data pembandingnya belum ada,” tegas Karumkit RS Bhayangkara, Kombes Pol Farid Amansyah. (ts-05)

BACA JUGA  Madina Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here