PDAM Tirtanadi Gandeng UNESCO dan 7 Kabupaten/Kota

1114
Ilustrasi Danau Toba. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | PDAM Tirtanadi menyatakan kesiapannya untuk mengelola limbah domestik di Danau Toba. Hal ini demi mewujudkan kawasan tersebut menjadi ‘Monaco of Asia’, sebagaimana dicanangkan Presiden Jokowi sebelumnya.

Untuk itu, PDAM Tirtanadi akan menggandeng badan resmi PBB di bidang pendidikan, dan kebudayaan— UNESCO, serta 7 kabupaten/kota yang berada di kawasan Danau Toba.

“Saya dan beberapa pakar dari UNESCO telah bersepakat, kita akan berkolaborasi juga dengan 7 kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba ini untuk fokus ke penanganan limbah domestik demi tercapainya tujuan Presiden untuk membuat kawasan Danau Toba menjadi Monaco of Asia,” tutur Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatra Utara, Ir. Heri Batangari Nasution, M.Psi pada Rapat Konsultasi dan Edukasi Air oleh Anggota Pakar UNESCO di Hotel Niagara Parapat, Kamis (26/5/2016).

Mantan Kepala Divisi Produksi PDAM Tirtanadi ini menyatakan, saat ini Tirtanadi hanya mengelola 306 sambungan limbah rumah tangga yang beroperasi di Parapat. Jumlah ini selama bertahun-tahun tidak bertambah sebab banyak hotel dan rumah tangga membuang limbah domestik langsung ke Danau Toba.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut Heri Batangari saat menunjukkan IPAL PDAM Tirtanadi. (tobasatu.com/ist)
Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut Heri Batangari saat menunjukkan IPAL PDAM Tirtanadi. (tobasatu.com/ist)

Padahal, kata Heri Batangari, Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM Tirtanadi di Parapat memiliki kapasitas pengelolaan untuk 2.000 sambungan, jadi masih mampu untuk mengelola limbah dari 1.700 sambungan lagi dan selama ini kapasitas tersebut bisa  dikatakan mubazir.

“Kedepannya, PDAM Tirtanadi akan kembali melakukan pendekatan ke semua pihak agar limbah domestik di kawasan ini bisa kita kelola agar outputnya bisa kita salurkan ke Danau Toba sesuai dengan baku mutu yang ditentukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup,” tutur Heri Batangari.

Dikatakan Heri, pihaknya telah membawa pakar-pakar dari UNESCO untuk melihat langsung pengolahan limbah domestik yang mereka lakukan.

BACA JUGA  PDAM TIRTANADI Cuci Reservoir Booster Pump Simalingkar

“Masukan dari mereka terutama dari Profesor Shahbaz Khan selaku Direktur UNESCO Asia Pasifik sangat berharga untuk direalisasikan dalam waktu dekat. Begitu juga sumbangan pemikiran yang disampaikan oleh Chairman World Water Forum asal Korea Selatan, Profesor Sontak Lee tentang konsep peduli lingkungan kawasan Danau Toba,” tambahnya.

Sementara itu, pada kunjungan ke IPAL PDAM Tirtanadi,  Direktur UNESCO Asia Pasifik Profesor Shahbaz Khan menyarankan kepada masyarakat untuk tidak membaung sampah ke Danau Toba.

UNESCO mengatakan mereka akan mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah yang juga melibatkan PDAM Tirtanadi sebagai satu-satunya operator pengelola limbah domestik di kawasan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri Direktur Adm. Keuangan Arif Haryadian, M.Si, Direktur UNESCO Asia Pasifik Profesor Shahbaz Khan, Profesor Sontak Lee yang saat ini menjabat Gubernur Konsul Air Dunia, DR. Olivia Castello dari United Nation Secretary General Advisory Body Filipina, Profesor Basant Maheshwari dari Australia, Profesor Demin Zhou dari China, DR. Thariq Rana dari Australia, DR. Anthony Sales dari Filipina, DR. Mohammad Roseli dari Malaysia, serta Profesor Ramadhan Hamdani Harahap dari USU. (ts-02)