2.000 Ha Hutan Mangrove di Labura Dirambah 9 Pengusaha

3673
Ilustrasi Hutan Mangrove. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Komisi B DPRD Sumatera Utara mengaku prihatin karena hampir seluas 2.000 hektar areal hutan mangrove di Desa Simandulang dan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) sudah dirambah 9 pengusaha besar, dan kini sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan SE, berdasarkan laporan pemerhati lingkungan ke DPRD Sumut, aksi perambahan hutan mangrove itu terjadi sejak tahun 2014 dan hingga tahun 2016 masih terus berlangsung.

“Dari laporan masyarakat pemerhati lingkungan ke lembaga legislatif, sejak tahun 2014 hingga 2016 terus terjadi perambahan hutang mangrove oleh 9 pengusaha perkebunan,  sehingga sedikitnya 2000 hektar kawasan hutan mangrove di kedua desa itu sudah luluh-lantak,” tutur Aripay usai melakukan pertemuan dengan masyarakat pemerhati lingkungan dan Dinas Kehutanan Provsu membahas perusakan kawasan hutan di Labura yang dihadiri anggota Komisi B Jenny R Luciana Brutu, SH, Wasner Sianturi, Robby Anangga dan lainnya, Rabu (1/6/2016).

Adapun kesembilan pelaku perusak hutan tersebut, masing-masing pengusaha Y beralamat di Tanjungbalai, yang saat ini sedang melakukan kegiatan perkebunan sawit seluas 60 Ha, AH alias AS berasal dari Medan yang melakukan kegiatan perkebunan sawit seluas 20 Ha di Kualuh Leidong.

Ada juga pengusaha berinisial AR yang saat ini melakukan kegiatan perkebunan sawit seluas 20 Ha, AF alias KM seluas 40 hektar, AC seluas 20 Ha, AH seluas 20 Ha, AHD seluas 20 Ha, AS alias AH seluas 40 Ha dan ada juga kelompok yang mengatasnamakan petani maupun kelompok lainnya  yang keseluruhannya melakukan kegiatan perkebunan sawit secara illegal.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan, Komisi B DPRD Sumut sudah sepakat mengusulkan kepada pimpinan dewan untuk membentuk  Pansus (Panitia Khusus) Alih Fungsi Hutan, untuk menyelamatkan  lahan hutan di Sumut agar jangan terus-menerus  tergerus oleh para perambah.

BACA JUGA  Manggala Agni akan Patroli Terpadu Karhutla di Riau

Menurut Aripay, berdasarkan SK No579/Menhut-II/2014 tanggal 24 Juni 2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumut, saat ini luas hutan di Sumut mencapai  3.055.795 hektar yang terdiri dari  hutan konservasi seluas  427.008 hektar, hutan lindung seluas 1.206.881 hektar, hutan produksi terbatas seluas  641.769 hektar, hutan produksi tetap seluas 704.452, hutan produksi konservasi seluas  74.684 hektar.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Sumut yang diwakili salah satu Kabidnya Washington Pane dalam pertemuan dengan Komisi B mengatakan, untuk menyelamatkan aksi perambahan hutan di Labura, pihaknya sudah menyurati Kadis Kehutanan dan Perkebunan Labura tertanggal 2 Desember 2014, untuk segera melakukan penanganan permasalahan kawasan hutan dari para pengusaha perkebunan.

“Kita juga meminta Dinas Kehutanan Labura segera melakukan patroli bekerja sama dengan aparat Kepolisian sebagai tindak lanjut penanganan permasalahan kawasan hutan dan Dinas Kehutanan Labura dalam hal ini telah menindaklanjutinya dengan menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Washington Pane. (ts-02)