DPRD Sumut Temukan Kebun Sawit di Areal Hutan Lindung Sibolangit

791
DPRD Sumut menemukan adanya perkebunan sawit di tengah hutan lindung di kawasan Sibolangit, Deli Serdang. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Komisi B DPRD Sumut meninjau objek wisata air terjun dua warna di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pasca banjir bandang yang menewaskan belasan pelajar yang tengah berwisata ke tempat itu.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi hutan yang dikabarkan telah dirambah secara besar-besaran yang mengakibatkan hutan tidak lagi berfungsi sebagai daerah resapan.

Namun dalam kunjungan dewan yang dilakukan atas informasi dari kelompok mahasiswa pencinta alam (Mapala), dewan justru menemukan ada perkebunan kelapa sawit di areal hutan lindung.

Tumbuh suburnya pepohonan kelapa sawit di kawasan Hutan Sibolangit menjadi sorotan Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Aripay Tambunan.

Anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan. (tobasatu.com/nida)
Anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan. (tobasatu.com/nida)

Kepada wartawan di Medan, Kamis (9/6/2016), Aripay menyatakan bahwa pohon sawit itu tumbuh subur di areal yang seharusnya menjadi hutan lindung.

“Kita melihat hutan kita habis diduga akibat ilegal loging. Anehnya, ada perkebunan kelapa sawit sawit yang tumbuh subuh di seputaran Hutan Sibolangit. Sawit siapa ini?” ucap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Atas penemuan ini, Komisi B DPRD Sumut akan membahasnya dalam dalam agenda rapat internal dewan menyikapi mulai tergerusnya luas lahan hutan yang dimiliki Sumut.

Bukan hanya di Sibolangit, hasil investigasi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Labura, Simalungun, Madina dan lainnya, eksisting luas lahan hutan di lapangan sudah kritis.

“Berdasarkan SK 579 Menhut, lahan hutan yang ada di Sumut berjumlah 3 juta hektar lebih, namun kenyataan tinggal sepertiga luasnya,” ucap Aripay Tambunan.

“Kita akan membentuk pansus (panitia khusus), agar clear berapa sesungguhnya luas hutan di Sumut serta mempercepat tata batas,” cetusnya.

Aripay Tambunan khawatir jika hal ini tidak segera disikapi, maka generasi berikutnya lah yang akan menuai bencana atas kelalaian pendahulunya yang tidak serius melindungi ekosistem kehidupan. (ts-02)

BACA JUGA  [VIDEO] Palu Sidang akan Jadi Alat Bukti untuk Melapor ke KPK
Loading...
loading...