Ditta Maharani Sembiring, Atlit Panah Sumut yang Multi Talent

846
Ditta Maharani Sembiring. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Berawal dari sekadar hobby, Ditta Maharani Sembiring kini tampil sebagai salah seorang  atlit panah professional di Sumut. Hal ini dibuktikannya dari berbagai kejuaraan memanah yang berhasil dimenangkannya.

Mahasiswi semester akhir Komunikasi Fisip USU ini pertama kali terjun di dunia panahan sejak akhir tahun 2014. Ditta mengaku ketika itu hanya iseng mencoba olahraga yang terbilang macho bagi kalangan perempuan.

Kala itu, kata Ditta, dia iseng mencoba memanah bersama teman-temannya. Busur yang digunakannya pun hanyalah busur sederhana yang terbuat dari bambu dan kayu.

“Karena penasaran membuat saya semakin tertarik untuk mendalami panahan,” sebut Ditta, Jumat (10/6/2016). Selanjutnya putri pasangan Drs. Hanung Triwiyoso dan Nur Aida K ini menjadikan panahan sebagai hobi disela-sela aktivitasnya sehari-hari.

Melalui hobi ini, Ditta bersama teman-temannya kemudian membentuk suau komunitas panahan yang bernama Lunar Archery. Dari busur tradisional, mereka kemudian menjajal busur standar (standart bow) yang merupakan  busur yang biasa digunakan dalam sebuah kejuaraan panahan.

Selain berlatih bersama seorang senior yang telah berpengalaman di dunia panahan, warga Komplek Eka Rasmi Residence ini bersama teman-temannya juga berlatih melalui video-video di youtube. Setahun lebih mendalami dunia panahan, Ditta bersama komunitasnya mulai mencoba mengikuti sebuah kejuaraan panahan.

Kejuaraan panahan yang pertama kali Ditta ikuti adalah Harapan Tiga Open Tournament yang merupakan salah satu kejuaran panahan yang diselenggarakan di Kota Medan pada Maret 2016 lalu. Pada kejuaraan tersebut Ditta keluar sebagai Juara 1 Pemula Dewasa Kategori Wanita. Hal ini tentu saja sebuah prestasi yang sangat baik mengingat Ditta yang masih “seumur jagung” di dunia panahan.

Perempuan yang ngefans dengan Dellie Threesyadinda yang merupakan salah satu atlet panahan nasional Indonesia ini mengaku hobi memanah nya tersebut tidak hanya baik untuk melatih konsentrasi tetapi juga dapat membuat tubuh menjadi tenang.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Raih Poin 107 Pada Kejuaraan Memanah

“Panahan itu baik untuk melatih konsentrasi dan emosi. Panahan juga dapat membuat tubuh tenang kalo kita enjoy mainnya”, tutur Ditta.

Selain jago memanah, Ditta juga termasuk wanita yang multi talent. Pada tahun 2010 Ditta pernah menjadi penyiar radio di KISS FM Medan dan terpilih sebagai perwakilan untuk menjadi Malaysian Tourism Campaigne. Kala itu Ditta bertugas untuk mewawancarai Perdana Menteri Malaysia serta mendapatkan fasilitas berkelilling tempat wisata di Malaysia, Malaka, dan Langkawi.

Ditta juga tercatat pernah menjadi peserta off road wanita satu-satunya di Kota Medan. Ia mendapatkan penghargaan sebagai peserta yang berhasil mencapai Medan-Bali dalam waktu 4 hari. Prestasi lainnya, Ditta juga pernah tampil sebagai peringkat 13 Perlombaan Yoyo Modifikasi Se-Indonesia yang diadakan di Medan pada tahun 2011, serta Juara 3 Yoyo Modifikasi Kategori Wanita Se-Sumatera yang diadakan di Lhokseumawe, Aceh pada Maret 2016.

Sementara di dunia panahan sendiri, Ditta tercatat pernah menjadi Juara 1 Panahan Kategori Pemula Wanita Hartig Open Tournament di Medan pada Maret 2016, dan kini menjadi Pelatih Panahan Standart di Taman Edukasi Avros. (ts-dita)

Loading...
loading...