Menhut Keluarkan Izin Pembukaan Jalan Tembus Langkat – Karo Melintasi TNGL

1663
Ilustrasi lahan TNGL. (ist)

tobasatu.com, Medan | Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Sekretaris Ditjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan Ir Yuyu Rahayu MSc akhirnya memberikan ijin pinjam pakai kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) untuk pembukaan jalan propinsi dari Kabupaten Langkat – Desa Telagah – Lau Kawar tembus Tanah Karo sepanjang 36 Km.

Hal itu diungkapkan sejumlah anggota Komisi D DPRD Sumut diantaranya Drs Baskami Ginting, H Wagirin Arman, Leonard S Samosir dan Darwin Lubis, SH  kepada wartawan, Minggu (12/6) di Medan usai menemui Kemenhut RI di Jakarta bersama rombongan Komisi D yang dipimpin Ketua Komisi D HM Faisal didampingi Sekretaris HM Nezar Djoely, ST dan sejumlah anggota.

“Kita merasa lega dan sangat bersyukur atas kebijakan Kemenhut RI yang akhirnya memberikan ijin pinjam pakai untuk pembukaan jalan Kabupaten Langkat – Tanah Karo  melalui Desa Telagah, sebagai jalan alternatif dari Tanah Karo menuju Kota Medan via Kabupaten Langkat, sebab jalan Medan – Berastagi yang selama ini digunakan kerap mengalami kemacetan,” tutur Baskami Ginting.

Memang diakui Baskami, jalan alternatif ini sudah dilakukan pengaspalan dari Kabupaten Langkat hingga perbatasan Kabupaten Karo dengan menggunakan dana APBD Sumut. Tapi, dari perbatasan Karo menuju Lau Kawar Karo sepanjang 4 km belum bisa dilakukan pengaspalan, dikarenakan selama ini belum ada izin dari Kementerian Kehutanan LH, sebab sebahagian jalan harus melewati kawasan hutan TNGL.

“Tapi setelah diberikannya ijin pinjam pakai kawasan hutan sepanjang 4 km tersebut, tentunya sarana  penghubung dari Karo-Kota Binjai- Kabupaten Langkat  dapat segera dibuka. Pempropsu melalui Dinas PU Bina Marga Sumut  dapat segera menganggarkan dana pembangunannya di APBD Sumut. Apalagi, jalan alternatif ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kemacetan Jalan Jamin Ginting jurusan Medan – Tanah Karo selama ini,” kata Baskami seraya menyampaikan apresiasisnya kepada Menhut RI.

BACA JUGA  Ini Solusi Polemik Pergub No.10/2015 Versi Politisi PDIP

Ditambahkan Baskami, masyarakat patut merasa lega dan menyampaikan simpati kepada Menhut RI, setelah belasan tahun diperjuangkan,   rute Jalan Binjai – Simpang Dusun Mulo – Rumah Galuh – Pamah Simelir – Desa Telagah Kecamatan Namo Ukur Kabupaten Langkat (ruas jalan itu sudah diaspal Pempropsu) – tembus ke Kecamatan Simpang Empat – Namanteran – Desa Kuta Rakyat Kabupaten Karo (sepanjang 4 Km yang selama ini masih menggunakan jalan tanah, karena berada di kawasan hutan), akhirnya direstui Menhut ijin pinjam pakai lahan hutan.

Menurut Baskami jika jalur penghubung yang panjangnya sekitar 36 km ini dilanjutkan pembangunannya, akan meningkatkan perekonomian masyarakat, karena terbuka jalur distribusi barang yang relatif lebih murah. “Jalur ini juga akan memudahkan evakuasi jika terjadi erupsi Gunung Sinabung,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, para wakil rakyat ini mengajak Pemprovsu bersama Kabupaten Langkat, Pemko Binjai dan Pemkab Karo untuk mendukung pembangunan  jalur alternatif yang melintasi kawasan TNGL tersebut, agar  jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Langkat dan Tanah Karo ke arah selatan melalui Binjai-Simpang Durin Mulo-Namu Ukur-Telagah-Kuta Rayat-Kaban Jahe dapat segera dimulai pembangunannya yang selama ini mandek sepanjang 4 km. (ts-02)

 

Loading...
loading...