Jumlah Titik Api Meningkat, Waspadai Karhutla Selama Lebaran

265
Ilustrasi kebakaran hutan. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com | Musim kemarau yang menyebabkan meningkatkan suhu udara menjadi ancaman bagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan sensor Terra Aqua dari NASA sebagaimana data yang dilansir Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat ini setidaknya terdapat 288 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan, dimana 245 diantaranya berada di Pulau Sumatera.

“Terdeteksi ada 288 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-79%) dan tinggi (lebih dari 80%) pada Minggu (3/7/2016) pukul 06.00 Wib. Dari 288 hotspot tersebut 245 hotspot di Sumatera dan 43 hotspot di Kalimantan. Sebagian besar hotspot tersebut disengaja atau dibakar,” tutur Sutopo.

Pada tingkat kepercayaan sedang (lebih dari 30%) di Sumatera terdapat 245 hotspot dengan sebaran Aceh 29, Sumatera Utara 112,  Sumbar 47, Riau 26, Bengkulu 15, Jambi 10, Lampung 2, dan Sumsel 4. Di Riau hotspot terdapat di Kampar 1, Pelalawan 2, Rohil 8, Dumai 1, Kuansing 1 dan Inhu 1.

Menurut Sutopo, upaya pemadaman Karhutla terus dilakukan oleh Satgas Terpadu Siaga Karhutla di Riau. BNPB menempatkan 2 helikopter water bombing jenis MI-8 dan MI-171, serta 2 pesawat Air Tractor water bombing.

“Setiap hari heli dan pesawat tersebut memadamkan api dari udara. Sementara itu satgas darat dari TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api dan karyawan perusahaan memadamkan api dari darat,” jelasnya.

Indeks Standar Pencemaran Udara di Lido Kabupaten Rokan Hilir pada level sedang hingga tidak sehat. Kepulan asap banyak ditemukan  di Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rohil yang dilakukan oleh warga dari luar Rohil.

Sementara itu pemadaman karhutla di Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Kampar masih dilakukan petugas. Luas lahan terbakar 9 hektar.

BACA JUGA  Banjir Rob Diprediksi Masih akan Terjadi Dua Hari Kedepan

Di Desa Kapau Kec Kerumutan terbakar 1,5 hektar. Petugas masih terus memadamkan api Taman Nasional Tesso Nelo, Desa Sungai Solok Kec Kuala Kampar di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Di wilayah Kab Lima Puluh Koto Prov Sumbar lokasi terbakar sulit dijangkau dan sudah terbakar 2 hari.

Sedangkan lahan terbakar yang sudah berhasil dipadamkan petugas pada Sabtu 2 Juli 2016 antara lain di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar luas lahan terbakar 25 hektar. Lahan di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru luas terbakar 10 hektar. Di Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru seluas 2 hektar, dan beberapa lokasi lain.

“Kondisi kering, sulit air dan lokasi yang sulit diakses menyebabkan kesulitan memadamkan api. Cuaca ke depan pada Juli, Agustus dan September akan lebih kering sehingga potensi mudah terbakar akan meningkat,” ujarnya. (ts-02)

Loading...
loading...