Ketua PWI Sumut : “Polda Sumut Harus Bersihkan Perjudian”

765
Beritakan Judi, Wartawan Diteror Oleh Preman Bayaran

tobasatu.com, Medan | Tindakan arogan yang dilakukan oleh preman bayaran bandar judi di kawasan Delitua, terhadap wartawan media cetak terbitan Medan, Amrizal pada Senin (4/7/2016) dikecam keras oleh Ketua Persatauan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Hermansyah.

(Baca sebelumnya : Beritakan Judi, Wartawan Diteror Oleh Preman Bayaran)

Ia mengatakan, kejadian ini mengindikasikan adanya oknum aparat yang melakukan pembiaran lokasi perjudian. “Saya minta Polresta dan Polda Sumut untuk membersihkan perjudian, merupakan melanggar hukum dan norma kemasyarakatan,” kata dia.

Hermansyah menjelaskan, aksi teror memang rentan dialami oleh profesi jurnalis, yang dilakukan oleh mafia, pelaku kejahatan, dan oknum aparat bila keburukannya diberitakan. “Bila teror berkelanjutan laporkan ke polisi,” katanya.

Teror yang dialami Amrizal terjadi setelah ia gencar memberitakan soal perjudian di  Cafe Roda kawasan Delitua.
“Dia mengintimidasi saya lewat telepon, dia terang terangan melarang saya menulis berita, dibilangnya arena judi itu baru buka, jadi jangan dulu diganggu,” kata Amrizal. (ts-05)

BACA JUGA  Wartawan Dipukul, Gubsu Diminta Ganti Kasatpol PP