Kebakaran Aksara Plaza, PD Pasar Harus Bertanggungjawab

526
Pusat perbelanjaan Aksara Plaza yang hangus terbakar.
Pusat perbelanjaan Aksara Plaza yang hangus terbakar. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Anggota DPRD Sumatera Utara Brilian Moktar menyatakan PD Pasar harus bertanggungjawab atas insiden kebakaran hebat yang menghanguskan keseluruhan gedung pusat perbelanjaan Aksara Plaza di Jalan Aksara, Medan, Sumatera Utara pada Selasa (12/7/2016) sekitar pukul 11.30 WIB siang kemarin.

Hal itu diungkapkan Brilian dihadapan puluhan pedagang Pasar Aksara yang menjadi korban kebakaran, saat melakukan reses di Medan, Rabu (13/7/2016).

(Baca Sebelumnya : Gedung Ramayana Aksara Dilalap Sijago Merah)

Setelah mendengarkan langsung keterangan dari pedagang, diketahui titik api berasal bagian yang menjadi tanggung jawab PD Pasar. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, api masih di terpusat di lantai dua Pasar Aksara dan masih kecil sehingga relatif mudah dipadamkam.

Sebelum petugas dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) tiba, ada beberapa petugas PD Pasar yang datang terlebih dulu sambil membawa racun api. Namun sayangnya racun api itu tidak bisa disemprotkan sehingga ditinggalkan begitu saja dengan alasan tidak sanggup menghadapi asap yang mulai banyak.

“Karena itu, PD Pasar harus bertanggung jawab karena lemah dalam penanganan” kata Brilian.

Petugas DP2K baru tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Namun petugasnya tidak berani masuk dengan alasan banyak asap yang mengepul di lantai dua Pasar Aksara.

(Baca Juga : Padamkan Api Aksara Plaza, Mobil Pemadam Kehabisan Air)

Padahal pada saat itu, masih banyak pedagang Pasar Aksara yang turun naik ke lantai dua untuk menyelamatkan berbagai barang dagangan yang masih mungkin diangkut.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, politisi PDI Perjuangan itu meminta Walikota Medan Dzulmi Eldin diminta untuk segera melakukan penanganan agar peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan kesulitan berkepanjangan bagi pedagang.

BACA JUGA  20 Rumah di Komplek PTPN II Ludes Terbakar

Langkah pertama, walikota diharapkan segera membuat penampungan yang ditata dengan baik dan mendiskusikannya dengan perwakilan pedangan Pasar Aksara. Pemko Medan diminta berkoordinasi dengan PT AJI yang mengelola Buana Plaza yang memiliki lokasi parkir yang cukup luas.

Kalau ada investor yang ingin membangun kembali Pasar Aksara, diminta melibatkan koordinasi dengan pedagang agar pengalaman dalam penanganan kebakaran Pasar Sukarami yang sangat jelek tidak terulang kembali.

“Dulu sebelum kebakaran, di Sukaramai ada 430 kios. Setelah dibangun kembali, sekarang 600 kios lebih dengan ukuran lebih kecil sehingga pedagang enggan menggunakannya. Makanya Pasar Sukaramai sering disebut proyek gagal,” ujar Brilian.

Untuk meringankan pedagang, Pemko Medan dapat memanfaatkan program Presiden Joko Widodo yang menyiapkan anggaran untuk pembangunan 5.000 pasar tradisional. Walikota diminta untuk mampu melobi pemerintah pusat agar mendapatkan dana itu.

Ia juga meminta Polresta Medan segera menyelidiki kasus itu, sdrta meminta perbankan memudahkan pedagang Pasar Aksara dalam mendapatkan kredit.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) Cabang Pasar Aksara Muslim Sikumbang yang menjadi perwakilan pedagang mengatakan, solusi pertama yang dibutuhkan pedagang adalah relokasi dengan memanfaatkan lahan parkir yang ada, termasuk lahan parkir Buana Plaza yang berdampingan dengan pasar itu.

Jika Pasar Aksara dibangun kembali, pedagang sangat mengharapkan Pemko Medan tidak membebankan biaya pembangunannya kepada pedagang karena modal yang dimiliki banyak yang telah musnah. “Kami sudah susah dengan musibah ini, jangan ditambah susah lagi” katanya.

Solusi kedua, pemerintah diharapkan dapat membantu pedagang melalui perbankan untuk memberikan pinjaman usaha. Pinjaman itu dapat dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan pinjaman tanpa agunan.

P3TSU juga akan membuat posko untuk mendata pedagang yang mengalami kerugian akibat kebakaran itu, termasuk mencatat tingkat kerugian yang dialami. (ts-02)

Loading...
loading...