Jamaah Masjid Taqwa Protes Pembangunan Residence

1370
Pendemo dan Warga Nyaris Bentrok Jamaah Masjid Taqwa Protes Pembangunan Residence
Aksi demo yang dilakukan massa Masjid Taqwa. (tobasatu.com/Chandra Sembiring)

tobasatu.com, Medan | Jemaah Masjid Taqwa di Jalan Polonia, Gang A, Kelurahan Polonia, Kecamatan Polonia, Jumat (22/7/2016) siang melakukan aksi di belakang Hermes Place Polonia.

Para pendemo yang juga melibatkan bebererapa orang anak itu menilai pembangnan tersebut tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan. Padahal bangunan itu nantinya akan dibangun di lahan parkir bagi pengunjung Hermes Place.

Namun aksi massa sempat menuai protes warga sekitar yang merasa ketenangan mereka terganggu, apalagi mereka yang melakukan aksi demo bukan warga setempat. Salah seorang pendemo menilai jika pihak Hermes sudah mangkir dari kesepakatan /perjanjian bersama yang telah disepakati pada tahun 2014 lalu.

“Dalam perjanjian itu, lahan tersebut merupakan lahan parkir dan pihak Hermes harus menutup pintu belakang karena banyak pengunjung Hermes yang berpakaian tidak sopan dan melintas dari depan masjid,” kata pendemo dalam orasinya.

Mereka juga meminta Walikota Medan meninjau keberadan residence yang diduga tidak memiliki IMB itu.
Aksi sejumlah pendemo tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian bahkan nyaris terjadi adu fisik.

Selain itu, sejumlah warga yang bermukim di sekitar masjid merasa tak senang adanya aksi demo tersebut dengan alasan mengganggu ketentraman dan kenyamanan, apalagi warga sekitar banyak bekerja di PT Hermes Place.

“Jelas kami sangat terganggu dengan aksi ini. Bagaimana mau istirahat kalau ada aksi. Selalu aja ribut-ribut,” kata ibu-ibu rumahtangga sembari meminta mundur jamaah Masjid Taqwa Polonia.

Selain itu warga juga mengatakan kalau selama ini pihak Hermes sudah banyak membantu mereka. Dimana sudah banyak warga yang bekerja disana.

“Kami sangat terbantu dengan keberadaan Hermes. Pengangguran berkurang sejak adanya Hermes ini pak. Gimana lah pak, itupun yang demo bukan warga sini,” ungkap warga lagi.

BACA JUGA  Walikota Perintahkan Stop Pembangunan Apartemen Hermes Residence

Menyikapi hal ini, pihak PT Hermes Realty melalui humasnya Ponidi menyebutkan bahwa yang menghadang aksi para pendemo adalah warga setempat yang keberatan dengan pemasangan spanduk yang bisa menimbulkan konflik SARA.

Ia juga menegaskan jika izin pembangunan sudah lengkap. “Izin mendirikan banguna  (IMB) sudah lengkap dan tidak ada masalah dengan warga setempat, dan pintu belakang Hermes sudah ditutup dan sekarang tidak bisa jadi akses keluar masuk,” tegasnya. (ts-05)