Petani Kakao Aceh Tingatkan Premi Penjualan Biji Sertifikasi Hingga Rp1,2 M

929
Manfred Borer, Country Director Swisscontact Indonesia. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Bireuen | Ribuan petani kakao Aceh yang dilatih dalam Program Produksi Kakao Berkelanjutan (SCPP), Kamis (4/7/2016) menerima premi kedua hasil penjualan biji kakao sertifikasi hingga Rp1,2 miliar.

Kenaikan signifikan dari nilai premi pertama Rp380 juta ini merupakan hasil kerja keras para petani kakao Aceh dalam mendongkrak kualitas dan kuantitas biji kakaonya melalui sertifikasi kebun, manajemen operasional dan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Manfred Borer, Country Director Swisscontact Indonesia menyatakan, program SCPP dijalankan oleh Swisscontact di Aceh dengan dukungan dana dari Pemerintah Swiss serta kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah 5 Kabupaten yakni Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya.

Hingga Juni 2015, total 17.547 petani kakao di Aceh telah menerima pelatihan peningkatan kapasitas, dan 2.724 petani secara sukarela telah tersertifikasi UTZ.

Secara keseluruhan di Indonesia, saat ini lebih dari 68.000 petani telah menerima manfaat peningkatan pengetahuan melalui program pelatihan SCPP. Untuk menjamin keberlangsungan rantai suplai dan menstimulasi perilaku pertanian berkelanjutan petani, Swisscontact menggandeng sektor swasta PT. JeBe KOKO, anak perusahaan dari JB Foods Limited Singapura yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Bagi petani kakao Aceh, strategi ini terbukti efektif. Sejak Januari hingga Juli 2016, petani telah menjual 576 metrik ton biji kakao sertifikasi dan berhak atas premi senilai Rp 1,2 miliar.

PT JeBe KOKO mengucurkan premi melalui koperasi-koperasi petani sebagai unit manajemen pemegang hak sertifikasi UTZ. Selanjutnya koperasi mendistribusikan premi bagi 2.045 petani yang tersebar di lima kabupaten.

Kolaborasi ini membawa manfaat dan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat termasuk industri, koperasi dan khususnya petani kakao kecil. Untuk tahun 2016 saja, total nilai premi petani kakao Indonesia yang didukung oleh SCPP telah mencapai Rp8 miliar.

BACA JUGA  Begini Cara Sebagian Orang Rayakan Valentine’s Day

Salman selaku Sekretaris Koperasi Perkebunan Kakao Bireuen, salah satu koperasi lokal yang diuntungkan dari pemasaran biji sertifikasi ini, menyatakan dukungan penuh atas kerjasama SCPP dan PT. JeBe KOKO yang telah memberikan pendampingan kelembagaan, menyediakan harga premium, ketertelusuran dan transparansi kakao.

“Dengan aplikasi CocoaTrace dari Swisscontact, koperasi kami sangat terbantu dalam memonitor pengelolaan kebun, peningkatan produksi dan penyaluran premi petani secara transparan. Dan yang terpenting, kerjasama ini telah mengembalikan kepercayaan petani terhadap akuntabilitas koperasi petani sebagai wadah yang menguntungkan petani untuk jangka panjang,” jelas Salman. (ts-09)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here