Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sari Rejo Didoakan Dihadapan Presiden

342
H Romo Raden Muhammad Syafii saat membacakan doa dihadapan anggota dewan saat rapat paripurna di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Kekerasan yang dilakukan oknum TNI Angkatan Udara (AU) terhadap masyarakat Sari Rejo, Medan Polonia, termasuk di dalamnya 2 jurnalis yang tengah melakukan tugas jurnalistiknya saat meliput aksi unjukrasa yang dilakukan masyarakat, menjadi konsumsi nasional.

Bahkan, Anggota DPR RI ikut mendoakan nasib masyarakat Sari Rejo di Medan, Sumatera Utara yang tengah menghadapi sengketa lahan dengan TNI AU tersebut dalam rapat Paripurna Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk pembukaan masa persidangan I tahun sidang 2016-2017, yang juga disaksikan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 2, Selasa (16/8/2016).

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla, terlihat khusuk saat mendengarkan doa tersebut. (tobasatu.com)
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla, terlihat khusuk saat mendengarkan doa tersebut. (tobasatu.com)

Doa yang dipanjatkan Anggota DPR RI H Raden Muhammad Syafii dalam Rapat Paripurna Istimewa tersebut, disiarkan secara langsung oleh televisi swasta dan pemerintah.

Dalam doanya dihadapan forum resmi tersebut, Raden Syafii yang juga Ketua Pansus Terorisme menyebutkan bahwa saat ini arogansi kekuasaan berhadap-hadapan dengan rakyat. Dimana-mana rakyat digusur tanpa tau mau kemana mereka harus pergi.

“Dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan. Wahai Allah di negeri yang kaya ini rakyat outsourcing wahai Allah. Tidak ada jaminan kehidupan mereka. Aparat seakan-akan begitu antusias menakut-nakuti rakyat,” ujar Raden Syafii yang akrab disapa Romo.

Hari ini, lanjut Romo, di Medan, Sumatera Utara, 5.000 KK rakyat sengsara dengan aparat negara. Wahai Allah, lindungilah rakyat ini. Mereka banyak yang tidak tahu apa-apa, mereka percayakan kendali dan pemerintahan kepada pemerintah.

“Allah, jika ada mereka yang ingin bertaubat maka terimalah taubat mereka. Tapi kalau mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang dibuat, gantikan dia dengan pemimpin lain yang lebih baik di negeri ini ya Robbal Alamin,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

BACA JUGA  Dikti Harus Libatkan Semua Stakeholder dalam Pemberian Akreditasi PT

Doa yang dipanjatkan Raden Syafii dengan khusyuk dan suara yang lantang serta jelas tersebut membuat ruang rapat paripurna di Gedung Senayan menjadi hening.

Presiden Jokowi yang didampingi Wapres Jusuf Kalla juga terlihat menundukkan kepala saat doa tengah dipanjatkan.

Doa yang dipanjatkan di dalam rapat paripurna yang disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta ini kemudian beredar di jejaring media berbagi video youtube dan dibagikan oleh para pengguna media sosial baik Facebook maupun Twitter. (ts-02)

Loading...
loading...