Sukses Jadi Anggota Paskibraka, Kebahagiaan yang Tertunda Bagi Gloria

707
Gloria Natapraja Hamel akhirnya terpilih kembali menjadi anggota Paskibraka, setelah sebelumnya sempat dinyatakan gugur karena alasan kewarganegaraannya. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Jakarta | Gurat bahagia terpancar di wajah cantik Gloria Natapraja Hamel. Rabu (17/8/2016) sore menjadi hari yang tak terlupakan bagi gadis 16 tahun tersebut, karena cita-citanya untuk menjadi Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akhirnya terwujud.

Bersama pelajar lainnya utusan dari seluruh Indonesia, Gloria terlihat mengisi barisan anggota Paskibraka yang bertugas pada Tim Bima, saat penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, tadi sore.

Gloria sempat terganjal menjadi Anggota Paskibraka karena status kewarganegaraannya. Gloria dinyatakan sebagai Warga Negara Prancis, karena dia memiliki Paspor Prancis.

Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan, jelas disebutkan seseorang kehilangan status WNI apabila dia punya paspor dari negara lain. Hal inilah yang kemudian membuat  Gloria gugur sebagai Anggota Paskibraka di detik-detik terakhir menjelang HUT Kemerdekaan.

Meski sempat menangis, namun Siswi SMA Islam Dian Didaktika tak habis akal, dia menulis secarik surat kepada Presiden Jokowi disertai materai Rp6 ribu. Dalam suratnya, Gloria secara tegas menyatakan dia mencintai Indonesia, bahkan siap untuk memilih menjadi WNI.

“Bahwa saya tidak pernah memilih kewarganegaraan Perancis karena darah dan nafas saya untuk Indonesia tercinta,” tulis Gloria.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden Jokowi dan Wapres JK sebelumnya telah meminta pertimbangan dari  Menkum HAM hingga Panglima TNI.

Gloria akhirnya diterima, karena sesuai Undang-Undang RI, anak yang masih di bawah usia 18 tahun bisa memilih kewarganegaraannya sendiri. Namun orangtua Gloria lalai mendaftarkan kewarganegarannya. Gloria seharusnya bisa didaftarkan status WNI-nya maksimal 4 tahun setelah lahir.

“Melihat nasionalis Gloria, keinginannya, kecintaannya dan juga kalau lihat bagaimana akhirnya kemudian dia tetap berharap, menurut saya karena ini masih anak yang tumbuh dan negara juga memberikan ruang untuk itu. Juga Presiden dan Wapres sangat konsen terhadap hal tersebut maka Panglima TNI, kemudian Menpora diminta untuk ada jalam keluar untuk hal tersebut. Kemudian Menkum HAM juga melihat ternyata bisa, nanti kita lihatlah,” tutur Pramono Anung di Istana Negara.

Pemerintah, lanjut Pramono, dalam persoalan Gloria ini mengambil jalan keluar yang soft.

“Gloria diterima oleh Presiden dan Wapres dan insyaallah mudah-mudahan nanti ketika penurunan bendera Gloria bagian dari Paskibraka,” tuturnya.

Gloria memiliki ayah WNI Prancis dan ibu seorang WNI. Menurut ibunda Gloria, Ira Natapraja Hamel membenarkan putrinya memiliki paspor warga negara Prancis. Gloria sendiri urung jadi pasukan Paskibraka karena berstatus WNA.

“Kenapa dia punya paspor Prancis, karena Indonesia tidak memberikan paspor kalau belum 18 tahun,” kata Ira, ibunda Gloria. Gloria terpaksa menggunakan paspor Prancis agar memiliki identitas bila hendak berpergian ke luar negari.

“Kalau Prancis kan memberikan, ‘silakan saja pakai dulu nanti sampai dia 18 tahun sesuai UU Indonesia, kalau dia (Gloria) mau pilih Indonesia ya sudah, berarti yang Prancis dihapus, gugur,” ujarnya.

Menurut Menkum HAM, Yasonna Laoly, Gloria belum mendapatkan status WNI karena orangtuanya lalai mendaftarkan status WNI setelah Gloria maksimal berusia 4 tahun. Namun, Gloria bisa mengajukan kembali status WNI-nya setelah usianya genap berusia 18 tahun. (ts/dtc)

Loading...
loading...