Julheri Sinaga : “Intelejen kebobolan, ini tamparan keras untuk petugas”

685
Julheri Sinaga Intelejen kebobolan, ini tamparan keras untuk petugas aksi teror bom di gereja medan
Julheri Sinaga

tobasatu.com, Medan | Kasus percobaan bom bunuh diri yang dilakukan, Ivan Ahmadi Hasugian (18) di Gereja St Yosef Jalan Dr Masyur, Medan, dinilai akibat lemahnya intelejen kepolisian khusunya Polda Sumut.

Pernyataan itu dilontarkan pengamat hukum Kota Medan, Julheri Sinaga, Senin (29/8/2016) siang. “Ini merupakan tamparan keras untuk intelejen, sebab diteksi dini tidak ada hingga ahirnya kecolongan,” kata Julheri.

Pria yang dikenal dengan komentar pedas itu juga mengungkapkan, sudah seharusnya dilakukan evaluasi kinerja intelejen yang dinilai kurang peka akan hal ini. “Ini sudah jelas-jelas meresahkan, lemahnya intelejen akan berdampak semakin buruk, jadi harus dievaluasi,” katanya.

Julheri meminta, pasca peristiwa ini kinerja satuan intel sudah sepatutnya lebih profesional demi memberi rasa aman kepada masyarakat khususnya pengamanan rumah ibadah.

Selain menilai lemahnya kinerja intel, Julheri juga menganggap program pemerintah terkait aksi terorisme tidak berjalan dengan baik. “Masyarakatkan membayar pajak wajar jika meminta perlindungan kepada polisi. Apalagi, saat melaksanakan ibadah,” ungkapnya sembari menambahkan masyarakat harus dapat bekerjasama¬† dengan penegak hukum agar aksi teror yang dilakukan terjadi kembali.

Seperti diketahui, Minggu (28/8/2016) pagi  Jemaat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang dihebohkan aksi percobaan bunuh diri. Akibat aksi percobaan bom bunuh diri mengakibatkan Pastor, Albret S.Pandingan, mengalami luka ringan di bagian lengan kiri.

Namun, aksi nekat yang dilakukan pelaku berhasil digagalkan jemaat dan langsung menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian. (ts-05)

BACA JUGA  Orang Tua Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri Minta Maaf Kepada Warga Medan
Loading...
loading...