DPRD Sumut dan Gubsu Tandatangani KUA-PPAS RPAPBD 2016 Sebesar Rp10 Triliun Lebih

284
Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | DPRD Sumut akhirnya menerima dan menandatangani KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara) bersama Gubsu HT Erry Nuradi terhadap Rancangan Perubahan APBD (RPAPBD) Sumut tahun anggaran 2016 sebesar Rp10,180 triliun lebih.

Penandatanganan KUA-PPAS tersebut dilakukan, setelah rapat pimpinan fraksi-fraksi dan pimpinan dewan menanggapi adanya interupsi anggota dewan terkait struktur R-PAPBD 2016, dalam rapat paripurna dewan dipimpin Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman S.Sos didampingi wakil ketua dewan Ruben Tarigan, HT Milwan dan P Harahap, Senin (31/10/2016) di gedung dewan.

Dalam paripurna yang dihadiri Gubsu HT Erry Nuradi, Sekdaprovsu Hasban Ritonga dan pejabat eselon jajaran Pemprovsu, disampaikan struktur RP-APBD Provsu tahun anggaran 2016 terdiri dari pendapatan sebesar Rp10,055 triliun lebih mengalami pertambahan Rp81,539 miliar lebih atau 20,82 persen dari APBD murni tahun 2016 sebesar Rp9,973 triliun lebih.

Kemudian belanja pada P-APBD 2016 sebesar Rp10,180 triliun lebih mengalami pertambahan Rp229,609 miliar lebih atau 2,31 persen dari belanja pada APBD murni 2016 sebesar Rp9,950 triliun lebih

Disebutkan, pendapatan pada RP-APBD 2016 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,691 miliarar, bertambah Rp61,025 miliar atau 1,32 persen dari PAD murni Rp4,630 triliun lebih.  Dana perimbangan Rp5,102 triliun lebih mengalami pertambahan sebesar Rp2,809 miliar lebih atau 124,51 persen dari dana perimbangan di-APBD murni 2016 sebesar Rp2,272 triliun lebih.

Kemudian dari lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp261,572 miliar lebih berupa pendapatan hibah sebesar Rp221,905 miliar, dana penyesesuaian dan otonomi khusus Rp39,666 miliar. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada APBD murni 2016 mencapai Rp3,070 triliun.

Untuk belanja pada RP-APBD 2016 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp7,335 triliun lebih bertambah Rp275,657 miliar lebih atau 3,90 persen dari APBD murni Rp7,059 triliun lebih. Belanja langsung hanya Rp2,845 triliun lebih menurun Rp46,047 miliar atau 1,59 persen dari belanja langsung di-APBD murni 2016 sebesar Rp2,891 triliun lebih.

BACA JUGA  Disiplin Anggota Dewan Rendah, Paripurna DPRD Sumut Molor 6 Jam

Untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp536,274 miliar lebih berupa Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebelumnya Rp536,274 miliar lebih. Sedangkan pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal daerah sebesar Rp411,348 miliar lebih, sehingga SiLPA tahun berkenaan Rp0,-.  (ts-02)

 

 

Loading...
loading...