Hakim Nilai Hukuman Mati Langgar HAM, Begini Hukuman Bagi Bandar Narkoba Ini

1175
ilustrasi bandar narkoba
Ilustrasi pengedar narkoba.

tobasatu.com, Medan | Lolos dari hukuman mati. Begitulah hasil putusan persidangan bandar narkoba Togiman alias Toni alias Toge. Majelis hakim berpendapat, hukuman mati terhadap bandar itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Toge merupakan bandar yang mengatur peredaran 21,425 Kg sabu sabu, 44.849 butir pil ekstasi dan 4.900 butir pil happy five dari Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

Persidangan Toge digelar di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Senin (19/12/2016). Sidang dipimpin majelis hakim Erintuah Damanik. Hakim menjatuhkan pidana penjara selama seumur hidup kepada Toge. Dua kaki tangan Toge yakni Mirawaty alias Achin (33) dan suaminya Hendy (31) juga menerima putusan yang sama.

Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Mr Lim yang membantu pelarian Hendy ke Sulawesi Selatan dan menghalang-halangi petugas BNN saat penangkapan hanya divonis 8 tahun penjara, denda Rp800 Juta, subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim menanyakan pada terdakwa apakah menerima putusan itu. Hendy, Achin dan Mr Lim mengaku masih pikir-pikir. Sedangkan Toge sempat mengatakan tak terima dengan putusan hakim meski lolos dari hukuman mati. Namun setelah berkonsultasi dengan pengacaranya, Toge lantas menyampaikan pikir-pikir atas putusan itu.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga menuntut Togiman, Hendy dan Mirawaty alias Achin dengan hukuman mati. Sedangkan Agus Salim alias Mr Lim alias Alim, dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara, denda Rp800 Juta, Subsider 6 bulan kurungan.

Dalam kasus ini, Toge, Achin, Hendy, Alim, dan Janti diringkus tim Badan Narkotika Nasional (BNN) pada awal April 2016. Toge merupakan narapidana Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang. Saat ditangkap, dia tengah menjalani hukuman 9 tahun penjara terkait perkara narkotika. Togiman mengendalikan peredaran narkotika lewat handphonenya.

BACA JUGA  Pikul Puluhan Kilogram Ganja Pria Asal Aceh Ditembak Polisi

Jaringan pengedar narkotika ini terbongkar setelah petugas BNN mendapatkan informasi mengenai pengiriman sabu pada Kamis (31/3/2016). (ts)