Ditarget PAD Rp39,81 Miliar, Pemko Janjikan Perbaikan Tata Kelola Juru Parkir

394
Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi saat membacakan Nota Jawaban Walikota atas Nota Keuangan RAPD Kota Medan TA 2017, Rabu (21/12/2016). (tobasatu.com/nida)

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp39,81 miliar dari retribusi parkir. Namun DPRD merasa sangsi target itu tercapai, mengingat di lapangan banyak juru parkir yang tidak memberikan karcis sehingga uang parkir masuk ke kantong sendiri.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution berjanji akan memperbaiki tata kelola juru parkir.

Dikatakan Ikhyar, saat ini terdapat dua tipe juru parkir pada Dinas Perhubungan Kota Medan, yakni juru parkir resmi yang merupakan tenaga harian lepas (honorer) resmi yang penggajiannya dari APBD, namun jumlahnya sangat minim. Serta juru parkir yang bukan tenaga harian lepas (honorer) yang penggajiannya diambil dari sebagian perolehan retribusi parkir yang dikelola.

“Kondisi ini terjadi akibat minimnya jumlah personil Dinas Perhubungan untuk mengelola. Jika seluruh juru parkir diangkat menjadi tenaga harian lepas (honorer), akan dibutuhkan pengalokasian anggaran yang cukup besar mengingat kebutuhan personil juru pakrir di Kota Medan diperkirakan berjumlah 2.000 orang,” tutur Akhyar menjawab pertanyaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dalam Nota Jawaban Walikota Medan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap RAPBD TA 2017, Rabu (21/12/2016) siang.

Mengantisipasi persoalan tersebut, 2017 kata Akhyar, Pemko Medan akan berusaha memperbaiki tata kelola juru parkir.

Sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan meminta agar Pemko Medan melakukan reformasi penataan juru di kota Medan sebagai langkah menyongsong pelaksanaan APBD 2017 dalam waktu dekat ini.

“Kenaikan target pendapatan retribusi parkir di tepi jalan umum sebesar 39,81 milyar perlu diapresiasi dan dikawal dalam pelaksanaannya. Fraksi PKS dalam beberapa kali sidang paripurna sudah sering menyampaikan tentang besarnya potensi parkir di tepi jalan umum Kota Medan,” jelas Ketua Fraksi PKS Muhammad Nasir.

BACA JUGA  IKM Diharapkan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Kami (FPKS), kata Nasir, menginginkan pemerintah Kota Medan melalui dinas terkait berdiri tegak dan gagah untuk menyongsong dan mencapai besarnya potensi pad dari sektor ini yang jaraknya hanya sejengkal tangan namun selama ini kurang serius dikejar.

“Beberapa solusi yang sudah disepakati antara lain adalah Dinas Perhubungan melakukan reformasi penataan juru parkir di Kota Medan. Karena selama ini penataan juru parkir tidak jelas. Kemudian, pembuatan zona parkir dan kotak parkir untuk memperjelas dimana tempat yang diizinkan untuk parkir dan dimana yang dilarang. Oleh karena itu, kami mempertanyakan status juru parkir di Kota Medan saat ini seperti apa dan bagaimana model pemberian upahnya. Mohon penjelasan,” jelasnya. (ts-02)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here