Bencana Banjir Paling Banyak Terjadi, Longsor yang Paling Mematikan

590
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat menyampaikan paparan mengenai data bencana alam di Indonesia. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Jakarta | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.342 kejadian bencana terjadi sepanjang tahun 2016 di Indonesia.

Dari jumlah itu, bencana banjir merupakan yang paling banyak terjadi yakni 766 kejadian banjir yang menyebabkan 147 jiwa meninggal dunia, 107 jiwa luka, 2,72 juta jiwa mengungsi dan menderita, dan 30.669 rumah rusak.

“Daerah rawan banjir meluas seperti adanya kejadian banjir besar yang sebelumnya belum pernah terjadi seperti banjir di Pangkal Pinang, Kota Bandung, Kota Bima dan lainnya,” tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (29/12/2016).

Sementara kejadian bencana yang paling mematikan adalah bencana tanah longsor dimana pada tahun 2016 longsor menyebabkan 188 jiwa meninggal dunia. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2015 dimana terdapat 135 jiwa meninggal dunia. Tingginya kerentanan longsor menyebabkan longsor menjadi bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Ada 40,9 juta jiwa masyarakat terpapar dari bahaya sedang-tinggi dari longsor.

Sementara bencana lainnya, menurut Sutopo adalah kebakaran hutan dan lahan selama 2016 dapat dikendalikan dengan baik. Pencegahan yang dilakukan serius oleh Pemerintah dan Pemda telah menyebabkan jumlah hotspot menurun 80% dibandingkan tahun 2015.

Daerah-daerah langganan kebakaran hutan dan lahan seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mampu dikendalikan sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada daerah di Sumatera dan Kalimantan yang tertutup asap pekat seperti halnya tahun 2015.

Sedangkan untuk bencana geologi. Selama tahun 2016 terjadi 5.578 gempa bumi atau rata-rata 460 gempa setiap bulan, dan 12 gempa diantaranya merusak.

Berdasarkan kekuatannya terdapat 181 kali gempa di atas M 5, 10 kali gempa dengan kekuatan M 6-6,9 dan 1 kali gempa berkekuatan M 7,8 (pada 2/3/2016). Gempa paling merusak adalah gempa Pidie Jaya M 6,5 pada 7 Desember 2016 yang menyebabkan 103 jiwa meninggal dunia, 267 jiwa luka berat, 127 jiwa luka berat, 91.267 jiwa mengungsi, 2.357 rumah rusak berat, 5.291 rumah rusak sedang, 4.184 rumah rusak ringan dan kerusakan lainnya.

BACA JUGA  Gempa di Pidie Jaya, Tanggap Darurat Diberlakukan Hingga 20 Desember 2016

Kejadian gempa M 7,8 dan tsunami kecil pada 2 Maret 2016 memberikan pembelajaran bahwa peringatan dini sudah berjalan dengan baik. Namun masih ada masalah di hilirnya yaitu respon Pemda dan masyarakat saat terjadi peringatan dini tsunami. (ts-02)

Loading...
loading...