Pesan Kesederhanaan Jokowi, Hidangan Kaki Lima Masuk Rapat Kabinet

756
Pedagang Kaki Lima ketika masuk ke Istana Bogor. (foto :detikcom)

tobasatu.com, Jakarta | Suasana Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (4/1/2017) kemarin tampak berbeda di Istana Kepresidenan Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pasalnya menu makan siang tidak seperti sebelumnya. Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Kota Bogor kali ini mendapat kesempatan menjajakan dagangannya untuk kepala lembaga, menteri, hingga presiden dan wakil presiden.

Pedagang nasi goreng mendorong gerobaknya dengan senyum menyungging. Baju batik lengan panjang dikenakannya dengan rapi. Dia menuju beranda Istana, yang sudah tertata meja makan bundar. Bergegas dia berjalan sehingga hanya tersenyum ketika difoto dan ditanyai.

Jasa para pedagang dipesan pihak Istana pada Selasa malam. Mereka memang biasanya berdagang pada malam hari.

Nasi goreng tercatat sebagai menu sahur Presiden pertama RI Sukarno sebelum memproklamirkan kemerdekaan di tahun 1945. Peristiwa ini tercatat dalam buku ‘Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ tulisan Cindy Adams.

Kini cerita tentang nasi goreng kembali dekat dengan sosok seorang Presiden RI. Presiden Joko Widodo tiba-tiba ingin menyantap nasi goreng kaki lima dan disuguhkan dalam Sidang Kabinet Paripura kemarin, 4 Januari 2017.

“Beliau sendiri yang minta bahwa memang itu langganan sini. Beliau kalau tinggal di sini (Istana Bogor), sering beli untuk keluarga. Beliau bilang ‘makannya kita yang angkringan saja, ada nasi goreng enak, mie enak’,” tutur Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala saat berbincang melalui sambungan telepon, Kamis (5/1/2017) dikutip dari detikcom.

Djumala menuturkan, Jokowi ingin mendekatkan rakyat dengan Istana. Ini merupakan pesan kesederhanaan yang ingin disampaikan Jokowi. “Beliau lihatnya ini kan ekonomi rakyat dan sesuai filosofi yang ditanamkan beliau bahwa Istana itu dekat dengan rakyat, jadi menteri-menteri pun diajak makan yang bersifat rakyat; sate, bakso. Refleksi nilai kerakyatan dari diri Jokowi sendiri, jadi enggak heran ya,” ujarnya.

BACA JUGA  Sujiatmi, Ibunda Jokowi Wafat

Ide dasarnya adalah tentang kesederhanaan. Tetapi, kata Djumala, pemesanan hidangan akan tetap konstekstual dengan acara. Ketika ada tamu negara, maka yang dihidangkan dipersiapkan khusus. Tetapi ketika sesama kabinet, tak ada salahnya makan hidangan kaki lima.

“Jadi filosofinya kesederhanaan kerakyatan. Tanpa mengurangi standar Istana, tetap standar VVIP diterapkan seperti keamanan dan kebersihan makanannya. Tapi dengan simbol kerakyatan, kesederhanaan,” kata dia.

Setidaknya ada 6 gerobak kaki lima yang dihidangkan untuk presiden dan para menterinya kemarin. Selain nasi goreng ada pula sekoteng, tauge goreng, sate, dan bakso.

Tentu saja masuknya para pedagang kaki lima ini tak lepas dari peran staf di Istana Kepresidenan. Dia adalah Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Protokol Istana Kepresidenan Bogor, Endang Sumitra. (ts/dtc)

Loading...
loading...