Dianiaya di Kamar M205, Taruna STIP Tewas di Tangan Senior

302
Amirulloh Adityas Putra, Taruna Tingkat I di STIP meninggal dunia setelah dianiaya seniornya.(fhoto:ts/ist)

tobasatu.com | Budaya kekerasan terhadap junior membuat Amirulloh Adityas Putra (18) meregang nyawa. Taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, tewas dianiaya sejumlah seniornya.

Korban yang merupakan warga Jalan Warakas III Gang 16 RT 07/014 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dipukul di bagian dada, perut, dan ulu hati‎, hingga tewas oleh senior tingkat II.

Peristiwa terjadi di Kampus STIP Lantai II Gedung Dormitory Ring 4 Kamar M205, Jalan Marunda Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Saat itu, sekitar pukul 17.00 WIB, seusai latihan marching bang, salah satu senior di tingkat II sekaligus pelaku, Sisko Mataheru (19), mengajak berkumpul untuk mengerjai para junior di tingkat satu.

Sisko berencana mengerjai junior di tingkat I yang merupakan basis alat drum atau tam-tamnya. Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, sebanyak enam taruna tingkat I tersebut dipanggil oleh para pelaku agar segera berkumpul di lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Andre Soeharto, Rabu (11/1/2017) menjelaskan, selain Sisko, taruna tingkat II yang juga berada di lokasi kejadian, yakni Willy Hasiholan (20), Inswanto (21), dan Akbar Ramadhan (20). Keempat taruna tingkat II tersebut, lanjut Andre, langsung melakukan tindak kekerasan.

“Tanpa perlawanan, junior-juniornya saat itu hanya bisa diam ketika para seniornya memukuli tubuhnya berkali-kali,” papar Andre.
Lanjut dikatakan Andre, tindak kekerasan dilakukan empat senior ke juniornya itu, hanya menggunakan tangan kosong, dengan target perut hingga ke ulu hati. Namun, berlangsung berulang kali.

“Saat tindak kekerasan itu terjadi, Amirulloh terjatuh di depan para seniornya di tingkat II itu. Seniornya panik. Lima junior lainnya masih terlihat kesakitan saat itu. Amirulloh terjatuh karena perut, dada, ulu hatinya mendapat pukulan berkali-kali yang dilakukan bergantian‎. Pukulan terakhir diketahui oleh salah satu pelaku yang bernama Willy,” ucapnya.

Ditambahkan Andre, melihat Amirulloh tak sadarkan diri, Willy mengatakan ke Amirulloh bahwa mereka sama-sama tinggal di Kecamatan Tanjung Priok‎. Saat itu, tubuh korban ambruk di dada Willy dan tak sadarkan diri.

“Selanjutnya, oleh para pelaku bersama saksi lainnya di lokasi, menggotong tubuh Amirulloh ke tempat tidur. Para pelaku pun panik, dan selanjutnya langsung menghubungi seniornya yang di tingkat IV,” beber Andre.
Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron menambahkan, korban yang saat itu tak sadarkan diri, langsung dibawa oleh para pembina dan piket medis di STIP. Sekitar pukul 01.45 WIB, maut sudah merenggut nyawa Amirulloh.

Mengetahui kondisi korban ini tidak bernyawa, setelah diperiksa dokter piket STIP, kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cilincing. “Sampai saat ini, masih kami dalami motif empat pelaku ini tega melakukan kekerasan terhadap juniornya. Saat ini keempatnya pun sudah ditahan,” ucapnya. (ts-04)