Bekerjasama Dengan Polisi Diraja Malaysia, Bandar Sabu Tiga Minggu Diintai BNN

588
BE Sindikat narkoba yang diamankan di ringroa, seorang rekanya tewas ditembak petugas BNN. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjend Arman Depari mengatakan, bandar sabu yang ditembak mati di kawasan Jalan Ringroad, Medan, Minggu (19/2/2017) bernama Ananda Bagus, ia ditembak setelah berusaha melarikan diri.

Sebutnya lagi, penangkapan tersangka setelah pihaknya melakukan pengintaian selama tiga minggu terhadap pelaku narkoba jaringan internasional itu. “Kita mendapat informasi dari Polisi Diraja Malaysia yang menyebutkan ada‎ penyelundupan jenis sabu dibawa melalui laut menuju Sumatera pesisir pantai timur tujuan diedarkan di Medan‎,” ungkapnya, Senin (20/2/2017) sore.

Kemudian pihak BNN melakukan pengamatan. “Setelah tiga minggu kita intai, kita lihat satu kendaraan roda empat yang dicurigai. Namun, ketika hendak dihentikan, yang bersangkutan berusaha melarikan diri,” kata Arman.

Lantaran berusaha melarikan diri, petugas menembak mobil pikap BK 9699 DD yang dikendarai Ananda. Saat ditembak, peluru menembus ketiak bandar sabu itu.

“Saat dilakukan pemeriksaan, kami dapati barang bukti 26 Kg sabu. Kemudian, kami melakukan pengembangan dan menangkap BE,” katanya. Dari BE petugas mendapati barang bukti 6 Kg sabu di rumah kosnya di Jalan Merpati, Medan Sunggal.

Lanjut dijelaskan Arman, seluruh narkoba yang dikirim masuk tidak ada sisa, semuanya habis terjual. “Kemana saja peredarannya, ini mungkin saja sampai ke Papua, jika benar berarti itu sudah Sabang sampai Merauke,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 112 114 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (ts-03)

BACA JUGA  Pasutri Ini Terjaring Operasi Bersih Sindikat Narkoba yang Digelar Polres Pelabuhan Belawan
Loading...
loading...