Untuk Bangun Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Butuh Dana Rp13,45 Triliun

2386

tobasatu.com | Dibutuhkan dana sebesar Rp13,45 triliun untuk pembangunan ruas tol trans Sumatera yakni Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Sumut. Badan Pengatur Jalan Tol dan Badan Usaha Jalan Tol menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, atau PPJT tersebut.

Usai penandatanganan PPJT yang dilakukan di kantor Kemenko Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ruas tol dengan panjang 143,25 kilometer itu akan digarap oleh PT Hutama Karya. Dengan dibantu dua kontraktor BUMN lainnya, yakni PT Waskita Toll Road dan PT Jasa Marga Tbk.

“Untuk ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat itu nilai investasinya mencapai Rp13,45 triliun. Kalau untuk nilai konstruksinya sendiri mencapai Rp9,55 triliun,” kata Basuki di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Basuki menekankan, ruas tol ini akan menyambungkan konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bandara Kualanamu, Deliserdang. Sebagai akses pendukung untuk mempermudah jangkauan para wisatawan ke destinasi wisata Danau Toba.

“Nanti, ketiga BUMN itu akan joint venture dengan porsi Hutama Karya 40 persen, dan Waskita Toll Road, serta Jasa Marga masing-masing 30 persen. Biar permodalannya juga bisa lebih baik,” kata Basuki.

Basuki berharap, dengan pembentukan anak usaha dari ketiga BUMN konstruksi itu, nantinya pengerjaan ruas tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat akan bisa lebih dikebut. Sebab, ruas tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat ini merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional.

“Karena, sebenarnya ruas ini juga akan masuk ke dalam revisi Perpres Nomor 3/2016, tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, sehingga nantinya akan lebih lancar dan pasti pengerjaannya,” ujar Basuki. (ts-04)

BACA JUGA  Avanza Tergelincir di Km 68-600 Tol KMTT, 3 Penumpang Tewas