IPA Sunggal dan Martubung Diharapkan Atasi Krisis Air di Medan Utara

1115
Komisi C DPRD Sumut saat meninjau progres pembagunan IPA Sunggal dan Martubung, Selasa (21/03/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Komisi C DPRD Sumut mengapresiasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal dan Martubung, yang dibangun oleh PDAM Tirtanadi menggunakan dana penyertaan modal sebesar Rp200 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Selasa (21/03/2017).

Menurut Ketua Komisi C DPRD Sumut Ebenezer Sitorus, pembangunan IPA Sunggal yang menggunakan anggaran 178 miliar dan IPA Martubung sebesar 58 miliar, diharapkan dapat mengatasi defisit air di kawasan Medan Utara.

Komisi C DPRD Sumut saat meninjau progres pembagunan IPA Sunggal dan Martubung, Selasa (21/03/2017). (tobasatu.com).

“Penyertaan modal yang diberikan kepada PDAM Tirtanadi sebesar Rp200 Miliar untuk pembangunan IPA Sunggal dan Martubung sudah dapat kita lihat fisiknya. Bahkan kita juga meninjau langsung proses pengolahan airnya yang diambil dari sumber,” kata Ebenezer didampingi Wakil Ketua Komisi C Indra Alamsyah, beserta Anggota Yulizar Parlagutan Lubis, Robby Anangga, Sony Firdaus, Dameria Pangaribuan.

Dengan progres yang sudah terlihat ini, Ebenezer berharap Tirtanadi dapat lebih meningkatkan lagi pelayanannya dan menjaga kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Sumut Yulizar Parlagutan mengatakan pada peninjauan ini pihaknya memfokuskan pada penggunaan penyertaan modal akhir yang pernah diberikan oleh Pemprovsu kepada Tirtanadi yang sempat terjadi kontroversi tiga tahun lalu.

“Akan tetapi progresnya sekarang, kami melihat secara jujur, progresnya sudah tercapai yakni telah berfungsinya IPA Sunggal dan Martubung ini meskipun masiha ada pengerjaan pemeliharaan,” ujar politisi PPP ini yang akrab disapa Puli.

Pada kesempatan itu, Puli juga meminta agar Tirtanadi bisa meningkatkan lagi kuantitas air produksi airnya untuk kebutuhan masyarakat Medan Utara. “Pasalnya, debit air yang dihasilkan sebanyak 200 liter per detik di IPA Martubung saat ini dirasa belum bisa memenuhi kebutuhan air di Medan Utara,” terangnya.

Atas apresiasi anggota dewan itu, Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi menyatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Komisi C DPRD Sumut yang telah mengapresiasi Tirtanadi dalam penggunaan dana penyertaan modal untuk pembangunan IPA Sunggal dan Martubung.

BACA JUGA  DPRD Sumut Tagih Komitmen Bappedasu

Untuk diketahui bahwa sebelum dibangun dan dioperasionalkannya IPA Martubung ini, Medan Utara merupakan daerah krisis air. Masyarakat dikawasan ini sulit mendapatkan air bersih. Namun dengan adanya IPA Martubung ini diharapkan bisa mengurangi dampak krisis air dikawasan ini.

Sutedi yang dalam kesempatan itu didampingi Direktur Air Bersih Delviyandri, Direktur Administrasi dan Keuangan, Arif Haryadian, Kepala Sekretaris Perusahaan Tauchid Ikhyar, Kabid Publikasi Komunikasi Alamsyah Pohan juga menjelaskan saat ini pihaknya diberikan penyertaan modal sebesar Rp73 miliar dari Pemprovsu untuk penambahan debit air yakini berupa uprating clearator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Deli Tua dari 350 liter/detik jadi 650 liter/detik, IPA Sunggal 500 liter/detik, Tirta Lyonis (TLM) dari 500 liter/detik jadi 900 liter/detik dan pembangunan IPA di Pancurbatu 40 liter/detik.

Menurutnya, uprating berupa peningkatan teknologi yang cepat sehingga kapasitas bisa dinaikkan. “Ini lebih hemat biaya, karena hanya menambah kapasitas di IPA yang sudah ada, cuma merekondisi teknologi menjadi cepat, tanpa harus membeli tanah dan bangunan. Jadi sistem uprating lebih untung daripada membangun IPA baru,” katanya.

Untuk proses itu dibutuhkan investasi yang dananya bersumber dari penyertaan modal Pemprov Sumut sebesar Rp73 miliar. Sisanya diambil dari dana PDAM Tirtanadi senilai Rp26,8 miliar.

“Untuk saat ini saja, pengajuan sambung baru di Kota Medan mencapai 20 ribu per tahunnya dan ini merupakan tugas berat yang harus diselesaikan. Semoga dengan dibangunnya 3 IPA itu nantinya, bisa memenuhi kebutuhan air di Kota Medan,” pungkasnya. (ts-02)