Polda Sumut Tenggelamkan Tujuh Kapal Pelaku Illegal Fishing di Perairan Belawan

1069
Tujuh kapal ikan ilegal diledakkan di perairan Belawan.( foto : tobasatu.com/ lee).

tobasatu.com, Belawan | Polda Sumatera Utara, menenggelamkan tujuh kapal ikan illegal di perairan Belawan, Sabtu (01/04/2017).

Penenggelaman tujuh kapal illegal ini, diantaranya enam kapal ikan asing berbendera Malaysia dan satu kapal ikan berbendera Indonesia, yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Ke-7 kapal ini ditenggelamkan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, dengan cara diledakkan menggunakan dinamit.

Kapoldasu beserta rombongan tiba di dermaga Ditpol Air Poldasu di Belawan, seusai melakukan peledakan tujuh kapal ikan ilegal.(foto : tobasatu.com/ lee).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Ricko Ahmelza Dahniel, seusai peledakan kapal tersebut menyampaikan, kenam kapal ikan asal Malaysia yang diledakkan ini, sebelumnya ditangkap pada tahun 2016, setelah melakukan penangkapan ikan di perairan Sumatera Utara tanpa adanya ijin resmi.

Sedangkan satu kapal milik nelayan Indonesia yang turut diledakkan, sebelumnya ditangkap tahun 2016, karena melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang dilarang pemerintah.

Jenderal Berbintang Dua ini juga mengatakan, penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dengan cara diledakkan ini, bertujuan untuk menimbulkam efek jera bagi pelaku ilegal fishing dari sejumlah negara tetangga, yang sampai dengan saat ini masih kerap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Selain itu, dengan ditenggelamkannya kapal – kapal ikan ini, nantinya akan bermanfaat bagi nelayan setempat, karena bangkai kapal akan menjadi rumpon, dan nelayan setempat akan mendapatkan lahan baru, untuk mencari ikan.

Kedepannya, kata Kapolda, pihaknya akan melakukan penenggelaman dengan cara yang sama, sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Penenggelaman kapal ikan dengan cara diledakkan di perairan Sumatera Utara ini, bukan merupakan yang kali pertama dilakukan, karena dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pihak terkait kerap melakukan penenggelaman kapal, setelah adanya kekuatan hukum yang tetap dari pengadilan. (ts – 14)

BACA JUGA  Antisipasi Harga Bapokting, Polda Sumut Apresiasi Gercep Pemko Medan dalam Jalin KAD