PT PPSU Diminta Susun Program Kerja yang Realistis

631
Ilustrasi PT PPSU. (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Kalangan anggota Komisi C DPRD Sumut meminta agar PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) menyusun program kerja yang realistis yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang maksimal bagi Pemprovsu.

Dari 9 program kerja yang disusun PT PPSU untuk tahun 2017, dinilai kalangan Anggota Komisi C terlalu muluk-muluk dan tidak fokus. Bahkan banyak program tahun 2016 yang tidak mencapai target diantaranya program pengadaan satu juta rumah Griya Sumut Paten (GSP). Dari 360 unit rumah yang akan dibangun baru terealisasi 160 unit, itupun tidak jelas sumber dananya dari mana.

Dirut PT PPSU Tasimin, MT pun dimintakan untuk membuat master plan bisnis yang disesuaikan dengan program kerja yang ada.

“Untuk tahun 2017 banyak program kerja yang sudah melakukan MOU, yang potensi yang mana? Karena selama 7 tahun banyak MOU tapi tidak ada realisasinya” tutur Anggota Komisi C Hj Meilizar Latief, dalam rapat dengar pendapat dengan PT PPSU yang dipimpin Wakil Ketua Komisi C Indra Alamsyah, Senin (03/04/2017).

Menurut Meilizar Latief, selama 7 tahun beroperasi, PT PPSU hanya memberikan kontribusi PAD yang cukup minim bagi Pemprovsu. Padahal PT PPSU telah mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp20 miliar yang disetor tiga tahap yakni pada tahun 2010 sebesar Rp5 miliar saat pendirian kemudian Rp10 miliar,  kemudian mendapat penambahan modal Rp5 miliar pada tahun 2011.

Rapat dihadiri Ketua Komisi C Ebenejer Sitorus SE, Sekretaris Drs Hartoyo, Muchrid Nasution, Sony Firdaus, dan Dameria Pangaribuan. Rapat juga dihadiri Direktur Utama Tasimin, Direktur Umum dan Keuangan Ashafi Tambunan serta Direktur Operasional H Kohar.

Dalam rapat itu, Dirut PT PPSU Tasimin menjelaskan, untuk tahun 2017 ini PT PPSU yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara, yang bergerak dalam bidang investasi sektor infrastruktur dengan tujuan mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Sumatera Utara, memiliki 9 program kerja diantaranya optimalisasi pelayanan dan pendapatan pengelolaan operasional transportasi danau (KMP Sumut I & II), termasuk kerjasama dalam stone crusher yakni penyediaan lahan dan mesin stone crusher dan alat berat oleh PT PPSU, AMP (asphalt Mixing Plan), Regulated Agent dan perdagangan pemotongan unggas.

BACA JUGA  Sambut Natal dan Tahun Baru, DPRD Sumut Gelar Donor Darah

Sementara realisasi kerja PT PPSU tahun 2016 diantaranya adalah Pengelolaan Transportasi Danau (KMP Sumut I dan II), kontraktor /supplier untuk microcell pole (MCP) untuk pembangunan /CME MCP di Simalingkar, pembangunan /CME di USU dan pembangunan/CME MCP di Politeknik Negeri Medan.

Sementara di bidang property/pembangunan perumahan GSP telah dibangun 129 unit dari target 35 unit, dan sedang dibangun dalam proses pembangunan PSU, listrik/PLN dan PDAM.

Sementara kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan PT PPSU menurut Tasimin, tahun 2012 sebesar Rp189.821.580, tahun 2013 sebesar Rp369.291.997, tahun 2014 sebesar Rp313.089.558, tahun 2015 sebesar 921.760.157 dan tahun 2016 sebesar Rp1,7miliar.

Anggota Komisi C Sonny Firdaus menilai target PAD sebesar Rp1,7 miliar yang dibebankan kepada PT PPSU tidaklah wajar. Selain mendapat kucuran dana miliaran rupiah, PT PPSU juga menangani berbagai proyek mulai dari pembangunan perumahan, pengelolaan transportasi danau (KMP Sumut I dan Sumut II) termasuk menjadi kontraktor dan supplier.

Karena itu kata Sonny Firdaus, seyogianya PT PPSU dapat merealiasikan target PAD yang telah dibebankan oleh Pemprovsu. (ts-02)

Loading...
loading...