[VIDEO] Berlangsung Sejam, Begini Kronologis Penyanderaan Ibu-Anak di Dalam Angkot

891

tobasatu.com, Jakarta | Tidak punya uang, itulah alasan H, pelaku penyanderaan di dalam angkutan kota (Angkot) KWK jurusan Rawamangun-Pulogadung di Jalan I Gusti Ngurahrai, Jakarta Timur. Penyanderaan ini berlangsung selama kurang lebih sejam.

Ketika itu, H menyandera seorang perempuan bernama Risma Oktaviani yang menggendong anak balitanya bernama Dafa Ibnu Hafiz.

“Alasan pelaku enggak punya duit, dia pengangguran,” kata Kapolsek Duren Sawit Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Yudho Huntoro.

Sejauh ini, ujarnya, pelaku melakukan penyanderaan tidak dalam pengaruh minuman keras. “Enggak ada, cuma nekat doank, namanya mungkin udah niat jahat,” katanya.

Dibeberkan oleh Yudho, adapun kronologi penyanderaan itu bermula ketika H menaiki angkot dari perempatan Buaran yang berlokasi di depan kantor Perumnas III Buaran. Kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menodongkannya kepada seorang ibu bernama Risma dan Isnawati lalu meminta handphone, kalung dan gelang yang bersangkutan.

“Ketika berada di traffic light Buaran ibu Isnawati berteriak minta tolong,” ujar Yudho.

Menurut dia, saat korban berteriak meminta tolong secara bersamaan lewat seorang anggota Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur bernama Aiptu Sunaryanto yang sedang dalam perjalanan berangkat dinas.

“Setelah saksi berada di dekat angkot dan melihat situasi di dalam ternyata pelaku menodongkan pisau ke leher korban,” ujarnya.

Saat itu, saksi bernama Cikal salah satu supir angkot dan saksi lainnya Herawati berusaha melakukan negosiasi sekira satu setengah jam agar pelaku mengurungkan niatnya.

“Namun tidak dihindarkan malah mengatakan agar saksi diam, tinggal menunggu waktu lengahnya lalu menembak pelaku di lengan kanan,” ujarnya.

Saat itu saksi langsung membekuk pelaku dibantu oleh masyarakat sekitar. Kira-kira satu jam akhirnya pelaku dapat diamankan di Polsubsektor Klender, Jakarta Timur. “Saat ini pelaku dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati,” tandas Yudho. (ts)

BACA JUGA  Lewat Diplomasi atau Bayar Tebusan ?
Loading...
loading...