Mobil Ditumpangi Satu Keluarga Ditembaki Polisi, Begini Penjelasan Kapolres

243

tobasatu.com, Lubuklinggau | Mobil yang ditumpangi satu keluarga di Lubuklinggau, ditembak oleh aparat kepolisian. Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Menanggapi ini, Kapolres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, AKBP Hajat Mabrur menjelaskan, penembakan satu keluarga yang menewaskan Surani (55), warga Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Bengkulu, berawal dari kegiatan razia kendaraan yang dilakukan jajarannya, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dijelaskannya, razia kendaraan bermotor dilakukan awalnya berjalan normal dan lancar. Tiba-tiba melintas satu mobil sedan Honda City berwarna hitam BG 1488 ON.

“Saat dicoba dihentikan anggota polisi, pengemudi mobil justru hendak menabrak anggota polisi dan melarikan diri,” jelasnya.

Aksi kejar-kejaran antara polisi dan pengemudi mobil sedan berlangsung sepanjang dua kilometer. Katanya, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tak digubris.

“Polisi menembak ban mobil, dan peluru memantul (rekoset) ke badan mobil hingga mengenai penumpang di dalam mobil,” jelasnya.

Saat ini, kata Kapolres, pihaknya sedang memeriksa satu orang anggotanya yang terlibat dalam penembakan tersebut.

“Penembakan itu dilakukan karena mobil melarikan diri dari razia, polisi telah memberikan tembakan peringatan tapi tidak digubris,” katanya.

Sebelumnya, rombongan yang terdiri dari seorang ibu, anak-anak dan cucu-cucu dengan total tujuh orang ini ditembaki saat melintas di Kota Lubuklinggau. Akibat peristiwa ini, satu orang, yaitu Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru. Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Rombongan keluarga ini berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. (ts)